Home / Berita / Internasional / Australia / Pecahkan Kaca dengan Kepala, WN Turki Ini Selamat dari Serangan Teroris di Selandia Baru

Pecahkan Kaca dengan Kepala, WN Turki Ini Selamat dari Serangan Teroris di Selandia Baru

Seorang pria yang selamat dari serangan teroris di dua masjid di Selandia Baru. (Foto Reuters)

dakwatuna.com – Wellington. Seorang warga negara Turki mengalami peristiwa yang nyaris merenggut nyawanya dalam serangan teroris pada Jumat di Christchurch, Selandia Baru.

Mustafa Boztas, yang berada di Masjid An-Nur di Christchurch selama serangan teror, mengatakan pada Ahad (17/3/2019) kepada Kantor Berita Turki, Anadolu, bahwa ia ditembak di kaki oleh teroris tersebut tapi dengan susah-payah berhasil menyelamatkan diri melalui jendela masjid.

Boztas, yang saat ini dirawat di rumah sakit, mengatakan bahwa saat kejadian ia bergegas keluar melalui jendela masjid ketika tembakan berhenti.

Ia mengenang bagaimana orang yang sedang shalat berusaha keluar dari masjid ketika mereka menyadari bahwa itu adalah serangan teror.

“Semua orang mulai berlarian dan berteriak,” kata Boztas.

“Teroris menembaki kami … Lalu ia pergi,” katanya.

Penembakan tersebut berhenti sebenar, ia mengenang, dan menduga mungkin teroris itu berusaha mengisi kembali senjatanya.

“Ketika penembakan berhenti, saya mengangkat kepala sementara tak ada seorang pun di sana. Saya memecahkan kaca jendela dengan menggunakan kepala saya dan menyelamatkan diri,” katanya.

Ia selamat dalam hitungan detik, katanya, sementara kamera teroris tersebut merekam dia meninggalkan tempat itu.

Boztas menambahkan bahwa di luar masjid ia melihat seorang lelaki muda di tanah.

“Saya melakukan tindakan penyelamatan. Saya berusaha menyelamatkan dia tapi sayangnya ia sudah meninggal, jadi saya menutup matanya dan mendengar suara tembakan lain, jadi saya berlari,” katanya.

Sedikitnya 50 orang tewas saat teroris yang bernama Brenton Harrison Tarrant menembaki orang-orang yang sedang menjalani Shalat Jumat di Masjid An-Nur dan Linwood, kota terbesar ketiga di Selandia Baru.

Pembantaian tersebut disiarkan langsung di media sosial.

Tiga warga negara Turki termasuk di antara orang yang cedera dalam serangan teroris itu, kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Sabtu (16/3/2019). (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Referendum Mesir, Cara As-Sisi Untuk Berkuasa Hingga 2030

Organization