Home / Berita / Internasional / Keluarkan Sistem Ekonomi Baru, Erdogan: Produksi Negara Harus Meningkat

Keluarkan Sistem Ekonomi Baru, Erdogan: Produksi Negara Harus Meningkat

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Anadolu)

dakwatuna.com – Ankara. Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengatakan bahwa pemerintah Turki akan menerapkan sistem ekonomi baru pada tahun 2019-2021. Ia mengatakan bahwa sistem ekonomi baru ini bertujuan untuk menjaga stabilitas ekonomi negara. Selain itu, Erdogan juga memaparkan bahwa sistem ekonomi baru ini juga akan meningkatkan produksi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Pernyataan tersebut disampaikan saat pengumuman Peraturan Presiden (Perpres) yang dilansir secara resmi oleh media pada Kamis (11/10/2018).

Erdogan juga menjelaskan bahwa pada sistem ekonomi baru yang akan diterapkan nanti, ia tidak akan menambah proyek baru selama tahun kerja 2019, kecuali dalam keadaan mendesak. Ia mengatakan, “Pada nantinya, tidak akan ada tambahan proyek pada 2019, terutama proyek yang tidak menyinggung kebutuhan warga dan tidak mengarah pada peningkatan nilai ekonomi.”

Presiden Erdogan menjelaskan bahwa tujuan utama pada tahap ini adalah untuk mencapai keseimbangan ekonomi dan pertumbuhan (ekonomi-red) yang berkelanjutan. Erdogan memaparkan bahwa prioritas utama saat ini adalah merasionalisasi nilai belanja negara. Selain itu, ia juga fokus menjaga stabilitas harga pasar agar tidak mengalami inflasi. Erdogan juga berusaha untuk memperkuat sisi fiskal yang bisa menstabilkan keuangan dan ekonomi negara.

Untuk mewujudkan keinginannya, Erdogan secara tegas hanya akan fokus pada investasi dalam infrastruktur fisik dan sosial yang memiliki peran penting dalam pembangunan negara. Terakhir, Erdogan kembali menegaskan bahwa pemerintah hanya akan memberikan prioritas kepada proyek-proyek yang sedang berlangsung dan dapat diselesaikan dalam waktu singkat. (sb/anadolu/dakwatuna)

Redaktur: Samin Barkah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Lihat Juga

Cina di Timur Tengah: Di Balik Pesona Serangan Ekonomi Xi Jinping