Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Hikmah Sebuah Kesedihan

Hikmah Sebuah Kesedihan

 

Oleh: Atikah Luthfi Sulis Tya Ningrum (Mahasiswa STEI SEBI)

 

dakwatuna.com – Sebuah Rahmat yang diberikan oleh Allah oleh setiap manusia dibumi ini adalah sebuah pengalaman sedih atau sesuatu yang tidak diinginkan terjadi dan harus dilakukan seumur hidupnya, bahkan tidak dapat dipungkiri bahwa hal tersebut harus dilakukan. Lalu mengapa Allah memberikan sebuah rahmat berupa kesedihan terhadap hambanya dimuka bumi ini?

Sebuah kesedihan muncul pada hidup dan akan berakhir dengan sebuah hikmah dan manfaat yang terjadi pada diri kita namun mungkin sebagian dari kita tidak menyadari akan manfaat dan hikmah yang terjadi pada dirinya dan malah menyalahkan Allah sebagai sumber musibah yang terjadi pada dirinya dan tidak mau menerima atas sesuatu yang terjadi pada dirinya.

Pertama, Memiliki kesempatan untuk beribadah.

Allah menimpa masalah dan musibah tidak lain tidak bukan untuk menguji seberapa kuat ibadah yang dijalani apakah semakin kuat atau malah terjadi sebuah kegoyahan akan musibah yang terjadi pada hidupnya oleh karena itu dari sebuah kesediahan maka kita memiliki kesempatan berharga untuk meningkatkan kekuatan ibadah .“ sungguh mengagumkan urusan orang mukmin. Sesunguhnya segala urusannya menjadi baik, dan itu takkan terjadi pada siapapun selain orang mukmin. Jika dia mengalami kesenangan, dia bersyukkur, maka menjadi kebaikan baginya. Jika dia terkena kesedihan dia bersabar, maka akan menjadi kebaikan baginya.”(HR.muslim).

Kedua,Menghapus doa dan kesalahan.

“Tidaklah orang mukmin ditimpa suatu keletihan, penyakit, kecemasan, kesedihan, gangguan, dan kesusahan, sampai duri yang menusuknya sekalipun, kecuali Allah menghapus dengannya kesalahan-kesalahnnya.”HR. Al-Bukhari dan Muslim). Oleh karena itu sebuah kesedihan , cobaan harus dijalani dengan lapang hati dan kesabaran yang besar karena di dalam Hadits berikut telah menjelaskan bahwa Allah akan menghapus kesalahan dan dosa di balik sebuah kesedihan dan cobaan yang dialami.

Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa kadang-kadang kesedihan itu dibarengi pula dengan hal-hal yang penyandangnya di beri pahala dan mendapat pujian, sehingga dari sisi itu dia menjadi orang yang terpuji bukan dari kesedihan itu sendiri.

Ketiga, Jalan menuju surga .

Kesedihan dan hal-hal yang tidak kita sukai adalah salah satu jalan menuju surga apabila seseorang itu menerimanya dengan sabar dan mengharap pahala semata dari Allah SWT .“ Surga itu dikelilingi hal-hal yang tidak disukai dan neraka itu dikelilingi hal-hal yang menyenangkan.”HR.Al-Bukhari)

Keempat, Menyadari hakikat yang ada di dunia

Dunia memang sebuah negeri yang berisi keletihan, kepenatan dan berbagai hal yang menyakitkan lainnya. Oleh karena itu, tak aka nada kenyamana yang sifatnya sempurna.Para sahabar bertanya,” Wahai Rasulullah , siapakah yang beristirahat dari keletihan dunia dan segala isinya yang menyakitkan , menuju rahmat Allah. Dan, orang jahat ( dengan kematiannya), maka orang-orang lainnya, seluruh negeri, pohon-pohon dan binatang-binatang beristirahat dari (gangguan)nya.”(HR.Al—Bukhari).

Kelima, Obat penyakit hati.

Diantara buah yang bisa dipetik dari musibah-musibah dan ujian-ujian di dunia ialah bahwa semua itu merupakan obat paling mujarab untuk menyembuhkan penyakit sombong, ujub(berbangga diri) dan hati keras yang ada pada diri manusia

Keenam.Menyadari hakikat diri sendiri.

Barang kali jika masih banyak yang bingung akan penilaian diri sendiri, tidak mengetahui hakikat dirinya sendiri , maka salah stu cara untuk memahaminya adalah menahan kesedihan akan ujian yang sedang dilewati dan menerima akan ujian yang dihadapi

Ketujuh, Kesempatan intropeksi diri.

Diantara manfaat dari terjadinya musibah pada diri seseorang yaitu adanya kesempatan untuk melakukan intropeksi terhadap dirinya sendiri. Hal tersebut juga akan membantu kita untuk mengetahui letak sebuah kekurang yang terdapat pada diri kkita sendiri.

“ Dan, musibah apa saja yang menimpa kamu, maka disebabkan oleh perbuatan tangan kamu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar(kesalahn-kesalahn kamu).”(QS.Asy-syura:30)

Kedelapan, Penyebab seseorang tunduk kepada Allah.

Ibnu Taimiyah r.a berkata,” Apa-Apa yang tidak disukai seseorang adalah lebih baik dari pada apa-apa yang disukainya. Karena hal yang tidak disukai akan membangkitkannya untuk berdoan, sedangkan hal-hal yang disukainya akan membautanya terlena.

Sebuah kesedihan pun akan membuat seseorang tunduk kepada Allah karena disaat itulah mereka sadar akan kelemahan dan kekurangan pada dirinya dan mengetahui sifat kesempurnaan yang Allah miliki.

Kesembilan, Pengalaman berharga.

Diantara buah yang bisa dipetik dari sebuah musibah dan cobaan ialah diperolehnya pengalaman yang berharga oleh orang yang mengalami musibah, sebagai akibat dari perubahan keadaan yang dialaminya.sehingga seseorang memiliki pengalaman berharga yang ia dapatkan setelah menghadapi sebuah asalah dalam hidupnya.

Hal tersebut akan memberinya kemampuan untuk mempersiapkan diri dalam mengahadapi berbagai bencana besar di kemudian hari di sepanjang hidupnya, kemampuan bersikap mengahadapi perubahan yang datang tiba-tiba dan kemampuan beradaptasi oleh sebuah masalah dan lingkungannya. (SaBah/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Manisnya Ramadhan

Organization