Home / Berita / Nasional / Akmal Pasluddin Ajak Warganet Sulsel Kampanye Konten Positif

Akmal Pasluddin Ajak Warganet Sulsel Kampanye Konten Positif

dakwatuna.com – Jakarta. Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan II, Andi Akmal Pasluddin, menyapa dan bertukar pendapat dengan komunitas dunia maya atau terkenal dengan warganet Sulsel pada Senin (18/9/2017).

Andi Akmal Pasluddin, anggota DPR-RI Komisi 4 mendengar aspirasi warganet. (Dok. Pribadi)

Dalam kesempatan itu, Akmal ingin mendengar pendapat  dalam rangka serap aspirasi konstituten dari anak muda di wilayah Tamalanrea, Sulawesi Selatan.

“Saya selalu berusaha meluangkan waktu bertemu para penggiat sosial media sebagai jembatan untuk berkomunikasi lebih efektif dengan masyarakat terutama konstituen di daerah pemilihan,” jelas Akmal di sela-sela pekerjaannya.

Anggota Komisi IV ini menekankan pertemuan ini juga dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab moral. Selain itu, kunjungan ini juga merupakan pembuktian bahwa masyarakat Sulawesi Selatan mampu berkontribusi kepada negara dengan menjaga suasana kondusif di dunia maya.

“Saya berpesan kepada warganet Sulsel agar menggunakan sosial media untuk hal yang positif. Ini sudah sering saya sampaikan di forum seminar berbangsa dan bernegara bahwa sangat penting menjaga tulisan kita di media sosial. Kejadian huru-hara bahkan bisa berawal dari medsos,” jelas sosok yang kerap melibatkan pertemuan dengan warganet di tiap bulannya ketika kunjungan dapil ini.

“Jangan menyebarkan kebencian di sosial media, sebarkanlah konten positif. Semoga pertemuan ini bukan yang pertama dan terakhir, semoga kopdar seperti ini berkelanjutan,” ucap politisi PKS ini.

Respon Warganet Terhadap Akmal

Warganet Sulsel juga merasa senang dengan kehadiran Andi Akmal. “Saya sangat senang. Kita bisa ngobrol dan menyalurkan aspirasi secara langsung, bukan lewat sosial media,” kata Rafi, salah seorang warganet

Warganet yang hadir dari berbagai daerah, di antaranya, Makassar, Gowa, Takalar, Maros, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Selayar, dan Luwu Timur.

Ujaran kebencian di dunia maya belakangan ini semakin cepat beredar dan mudah menyebar. Meskipun demikian, Kapolri mengungkapkan tidak mudah menulusuri siapa saja yang terlibat kelompok penebar SARA itu, karena areanya berada di dunia maya. (sb/dakwatuna)

Advertisements

Redaktur: Samin Barkah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Lihat Juga

Redam Kenaikan Daging Ayam, DPR Desak Pemerintah Efisienkan Rantai Distribusi