Home / Berita / Internasional / Gadis Muslimah Penerima Nobel Perdamaian Diterima di Universitas Oxford

Gadis Muslimah Penerima Nobel Perdamaian Diterima di Universitas Oxford

Malala Yousafzai, penerima nobel perdamaian termuda. (whc/dakwatuna)

dakwatuna.com – London. Gadis muslimah asal Pakistan, Malala Yousafzai, diterima di Universitas Oxford. Malala merupakan peraih hadiah Nobel Perdamaian atas perjuangannya melawan penindasan anak-anak pada tahun 2014 silam.

Melalui akun twitter pribadinya, Malala yang saat ini tinggal di Kota Brimingham, mengonfirmasi kebenaran informasi ini. Bahkan, ia juga mengucapkan selamat kepada rekan-rekannya atas keberhasilan mereka lulus dari sekolah menengah atas.

Selain itu, Malala juga menyebutkan bahwa dirinya diterima belajar pada jurusan filsafat, politik dan ekonomi di Lady Margaret Hall, Universitas Oxford.

Malala yang baru berusia 20 tahun itu pernah mengalami hidup yang menyedihkan di bawah pemerintahan Taliban.

Bahkan pada tahun 2012 dirinya hampir menjadi target pembunuhan Taliban akibat aktivitasnya di bidang hak asasi manusia, terutama pembelaannya pada hak pendidikan bagi gadis remaja. (whc/dakwatuna)

Sumber: BBC Arabic

Advertisements

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra

William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma’had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.

Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma’had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Sepeninggal Mullah Omar, Akankah Taliban Bergabung dengan ISIS?