Topic
Home / Berita / Daerah / Aksi Penolakan Sosialisasi AMDAL Reklamasi Pulau G

Aksi Penolakan Sosialisasi AMDAL Reklamasi Pulau G

Reklamasi Pulau G di Teluk Jakarta. (indowarta.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  Aliansi BEM Seluruh Indonesia Wilayah Jabodetabek – Banten mengadakan Aksi bersama Rakyat, BEM Se Jabodetabek – banten tergabung dalam “Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta” yang terdiri dari berbagai elemen. Mulai dari Komunitas Nelayan Tradisional (KNT), Paguyuban Nelayan Pengolah Ikan (PNPI), Serikat Nelayan Tradisional (SNT), Kelompok Nelayan Kerang Hijau (KNKH), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan lain-lain. Koalisi ini dibentuk atas dasar pemahaman yang sama, bahwa kita menolak adanya Reklamasi Teluk Jakarta.

Suasana yang dingin dengan disertai hujan tidak menyurutkan kami untuk menyampaikan penolakan AMDAL Reklamasi yang tidak pro dengan rakyat. Mahasiwa berkumpul membersamai rakyat untuk kembali menyuarakan keresahan rakyat pesisir Muara Angke pada agenda sosialisasi AMDAL Reklamasi Pulau G oleh PT. Wisesa Muara (Anak Agung Podomoro Land) pada pukul 19.00 WIB di Kantor Kelurahan Pluit, Jakarta Utara. Di Pulau G sudah banyak berdiri ruko – ruko yang menjulang tinggi, bagaimana bisa Ruko sudah berdiri sedangkan AMDALnya baru disampaikan sekarang?

Setelah lobying yang cukup alot dengan aparat setempat, akhirnya mahasiswa mendapat izin untuk memasuki ruangan. Sekitar pukul 21.15 WIB, Ihsan Munawwar selaku Koordinator Wilayah BEM Se jabodetabek – Banten tahun 2017 sekaligus Presiden BEM KBM STEI SEBI dengan 3 perwakilan masa aksi lainnya memasuki ruangan sosialisasi, bermaksud untuk mengetahui kondisi didalam dan mengawasi berjalannya sosialisasi AMDAL Reklamasi Pulau G.

Masa Aksi lain yang hadir melakukan aksi penolakan Sosialisasi AMDAL Reklamasi bersama rakyat diluar ruangan, dengan diwarnai orasi ilmiah serta menyanyikan lagu-lagu perjuangan untuk menyuarakan Penolakan terhadap Sosialisasi AMDAL Reklamasi Pulau G yang dianggap Bodong karena dilakukan setelah proyek dilaksanakan, padahal seharusnya sosialisasi, perizinan dan prosedur lainnya harus sudah beres sebelum proyek Reklamasi dilakukan.

Selain itu, kejanggalan dalam sosialisasi ini yakni, nelayan pribumi yang terkena dampak langsung dari adanya Reklamasi tidak diundang dalam agenda sosialisasi AMDAL Reklamasi Pulau G, sedangkan berdasarkan peraturan yang berlaku. bahwa pribumi asli harus menjadi pertimbangan atas kebijakan yang diambil dalam mereklamasi suatu tempat, dalam hal ini Teluk Jakarta. Karena pribumilah yang akan merasakan dampak dari segala pembangunan yang terjadi dikemudian.

Pukul 22.00 WIB perwakilan mahasiswa yang masuk ke ruang sosialisasi menemui masa aksi dan memaparkan hasil didalam dan kita tetap menolak dengan adanya Reklamasi Teluk Jakarta.

Aksi berakhir pukul 23.00 WIB, “Perjuangan hari ini bukanlah akhir dari sebuah perjuangan dan kami akan terus mengawal dan menolak dengan adanya Reklamasi Teluk Jakarta. Maka saksikan perkataan bung Hatta adalah benar bahwa “Perjuanganku melawan penjajah lebih mudah, tidak seperti kalian nanti. Perjuangan kalian akan lebih berat karena melawan bangsa sendiri – Bung hatta” tegas Ihsan. (Widya Putri/SaBah/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Dari Desa Curug untuk Kemerdekaan Palestina

Figure
Organization