Home / Berita / Silaturahim / PW Persis Jabar Lantik Pengurus Masa Jihad 2016 – 2020

PW Persis Jabar Lantik Pengurus Masa Jihad 2016 – 2020

Pelantikan Pengurus Wilayah Persis Jabar periode 2016 – 2020. (Kominfo Persis Jabar) 

dakwatuna.com – Pasca pelaksanaan Musyawarah Wilayah di Hotel Grand Pasundan pada Ahad, Desember 2016 yang lalu, dimana salah satu keputusannya adalah memilih H. Iman S Latief dengann suara 63 mengalahkan Ridwan Maksum dari MaJalengka yang mendapat 31 suara, maka pengurus baru bergerak cepat segera menyusun taskyil PW Persis masa jihad 2016-2020.

Kepengurusan baru tersebut dilantik oleh PP Persis pada hari Sabtu, 17 Desember 2016 di Hotel Poster Jl. PHH. Musthofa 33 Kota Bandung. Acara pelantikan tasykil PW Persis dan PW Persistri ini terasa sangat istimewa karena dihadiri oleh Ketua Umum PP. Persis KH. Aceng Zakaria.

Dalam sambutan iftitahnya, H. Iman Setiawan Latief menegaskan bahwa dalam Islam Jabatan itu bukanlah anugerah melainkan amanah. Bahkan jika tidak pandai mengembannya maka jabatan itu bisa berubah menjadi malapetakan dan kehinaan bagi yang menyia-nyiakannya.

“Persis kini tengah berjuang melalui dakwah di berbagai bidang untuk memerangi kebodohan, kemiskinan dan kedzaliman. Dengan asset yang dimiliki berupa ribuan Masjid, madrasah, pondok pesantren, majelis taklim dan lembaga non formal lainnya kini Persis tengah menghadapi tantangan dakwah yang semakin kompleks. Para mujahid dakwah Persis tidak boleh lari dari medan jihad sebab lari dari medan pertempuran termasuk dosa besar.”

Hari ini umat Islam tengah dihadapkan kepada fitnah yang sangat keji seperti pembantaian dan stigma negatif berupa teroris atau intoleran. Padahal yang pantas dicap teroris itu adalah mereka. Sejarah mencatat kebiadaban Hitler, Stalin, Mo Zetung, Musolini, Ariel Sharon dll, dengan membantai ratusan bahkan jutaan manusia, tetapi kenapa mereka tidak dicap sebagai teroris?

“Dulu bangsa Cina untuk mempertahankan serangan musuh, mereka membangun tembok besar Cina yang sangat fenomenal. Namun mereka lupa ternyata musuh dapat masuk ke dataran Cina dengan menyuap para penjaga pintu tembok Cina tersebut. Ada tiga cara musuh menghancurkan sebuah bangsa ; pertama, hancurkan sistem tatanan keluarga, hancurkan sistem pendidikannya dan hancurkan tokoh-tokoh panutannya. Oleh sebab itu saya mengajak kepada Persistri Jawa Barat untuk mengokohkan keluarga.

Saya harapkan Persis Jawa Barat dapat menjadi garda terdepan di dalam memerangi problematika masyarakat Jabar yaitu problem kemiskinan, kebodohan, kejumudan dan problematika masyarakat lainnya.

Persis Jawa Barat merupakan asset terbesar karena selain memiliki anggota paling banyak, lembaga pendidikan terbanyak tapi juga karena strategisnya posisi Jabar yang menjadi penyangga Ibu Kota negara RI. Artinya perubahan yang terjadi di Jawa Barat akan membawa perubahan ke ibu kota negara.

“Eksistensi Persis Jawa Barat harus dapat dirasakan oleh umat dan warga Jabar. Setiap gerakan dakwahnya harus mampu memberikan manfaat kepada masyarakat Jawa Barat karena Islam merupakan rahmatan lil alamin,” ujarnya.

Sementara sambutan atas nama Gubernur disampaikan oleh Achadiyat dari Kesbangpol Jawa Barat.

Adapun dalam taujihnya, Ketua Umum PP Persis KH. Aceng Zakaria meminta agar segenap Tasykil yang dilantik baik PW Persis maupun PW Persistri terus menggelorakan semangat jihadnya dalam mendakwahkan ajaran Quran dan Hadits. Jika dahulu Rasululloh dilantik oleh Jibril sendirian, maka sekarang mah jumlahnya sudah banyak jadi harus lebih semangat.

Warga Persis Jawa Barat harus tampil menjadi bunyanul marsus (bangunan yang tersusun rapi) dan harus seperti jasadil wahid (jasad yang satu).

Tasykil Persis dan Persistri harus memfungsikan dirinya sebagai kholifah Alloh di bumi ini. Seorang khalifah harus melakukan pencegahan terhadap berbagai kerusakan yang diciptakan oleh manusia. Baik menyangkut ifsaduddin (kerusakan agama) atau ifsadul aql (kerusakan petunjuk akal).

Jika Persis dahulu sudah menorehkan tinta emas oleh para pendahulu kita seperti A. Hasan atau M Natsir, maka hari ini menjadi tugas generasi yang sekarang untuk mempersembahkan prestasi dakwah yang lebih baik. Sebab ke depan persoalan dakwah akan semakin kompleks. Kini bidang ekonomi telah dikuasai mereka, tanah-tanah juga sudah dikuasai mereka. Kekuasaan politik kini tengah diincar oleh mereka.

“Namun demikian sebesar dan seberat apapun persoalan dakwah tidak boleh membuat kita menjadi pesimis. Optimislah dalam menatap dakwah di masa yang akan dating,” ujar Kiayi mengakhiri taujihnya. (SaBah/dakwatuna)

Advertisements

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri

Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

PON Riau, Jabar dan Peristiwa Langka