Home / Berita / Nasional / Cara Berikut Bisa Mengatasi Mata Minus pada Anak

Cara Berikut Bisa Mengatasi Mata Minus pada Anak

Pemeriksanaan Mata Pada Anak (inet). (visia.info)
Pemeriksanaan Mata Pada Anak (inet). (visia.info)

dakwatuna.com – Dokter spesialis mata dari Jakarta Eye Center (JEC), dr Tri Rahayu MD Fiacle menjelaskan sebelum mengatasi masalah mata perlu dilakukan adalah skrining mata pada anak yang biasanya dilakukan saat anak berusia empat atau lima tahun. Dimana saat itu anak sudah mulai mau sekolah.

“Kalau mata minus selain pakai kacamata dan benar-benar diusahakan adalah menghambat pertambahannya, karena mata minus bertambah sesuai pertambahan umur pada anak-anak,” dalam acara Seminar Kiat Mengatasi Ketergantungan Anak pada Kacamata dan Gadget, di JEC @Kedoya, Jakarta, Sabtu (3/9/2016), sebagaimana dilansir republika.co.id

Ia mengatakan secara epidemiologi, mata anak-anak zaman sekarang lebih banyak yang minus dibanding generasi sebelumnya. Karena memang eranya era pengelihatan dekat yang terus menerus, dan itu tidak bisa dipungkiri. Yang perlu diperhatikan bagaimana menghambatnya, yaitu mengurangi penglihatan dekat terus menerus atau istilahnya ekstensif neurob. Dan perbanyak aktivitas luar ruang.

Selain itu bisa juga menggunakan kacamata minus. Atau bisa gunakan lensa kontak desain khusus atau ortho k, yang digunakan malam hari.  “Lensa minus bisa membuat cahaya jadi divergen sehingga oleh mata difokuskannya menjadi tepat di retina,” jelasnya.

Lensa ini bisa dipakai untuk usia berapa saja dan digunakan malam hari karena pada saat malam hari lensa khusus ini akan mendatarkan kornea mata dengan bantuan tekanan kelopak mata yang terpejam. Sebenarnya ada juga ortho k siang, namun banyak memilih lensa kontak malam ini karena pagi adalah saatnya beraktivitas, dia bebas tidak perlu pakai kacamata atau lensa kontak.

Sementara itu dilansir oleh tabloid-nakita.com, penyebab mata minus yang paling umum adalah kebiasaan buruk dalam kehidupan sehari-hari, seperti kurang mengonsumsi makanan sehat. Pola makan dengan gizi seimbang sangat berpengaruh terhadap mata. Anak harus membiasakan makan makanan yang seimbang, baik antara karbohidrat, sayur mayur, dan dilengkapi buah-buahan. Mengonsumsi karbohidrat secara berlebihan, selain tak baik bagi tubuh, juga tak baik pada ketajaman mata.

Penyebab mata minus lain yang tak terhindarkan adalah faktor keturunan. Orangtua dengan mata minus cenderung mewariskan sifat ini kepada anak-anak mereka.

Berikut ini beberapa kebiasaan penyebab mata minus pada anak:

1. Kurang mengonsumsi zat karoten
Salah satupenyebab mata minusadalah karena kurangnya zat karoten, sehingga anak diharuskan makan-makanan yang mengandung zat tersebut. Zat penting dalam perkembangan fungsi penglihatan ini banyak ditemukan pada sayur-sayuran seperti wortel, bayam, tomat, dan sayur-sayuran berwarna lainnya. Sedangkan buah yang dianjurkan antara lain pisang, pepaya, buah naga, apel, dan umbi-umbian. Balita yang masih dalam masa pertumbuhan sangat dianjurkan makan makanan tersebut agar perkembangan penglihatannya sempurna.

2. Tidur dalam kamar dengan cahaya terang
Mata minus juga dapat disebabkan karena kebiasaan yang salah. Anak yang tidur dalam keadaan terang memiliki potensi lebih mudah mengalami mata minus. Bayi 0-2 tahun berisiko mengalami mata minus ketika ia balita jika sering tidur dalam keadaan terang. Jadi, usahakan lampu kamar dalam keadaan redup untuk meminimalisasi risiko rabun pada anak.

3. Menatap komputer atau televisi dalam jarak dekat
Penggunaan komputer atau televisi terlalu lama dalam jarak dekat dapat mengakibatkankan mata minus pada anak. Sebaiknya, kurangi penggunaan komputer tablet atau televisi. Lebih baik, ajak anak beraktivitas fisik seperti bermain dioutdooragar kegiatannya seimbang.

4. Menggunakan gadget di ruangan yang gelap
Seringkali orangtua menggunakan gadget seperti smartphone atau komputer tablet untuk memutar film agar anak cepat tidur. Padahal, menatap layar tablet di ruangan yang gelap bisa merusak mata. Karena retina harus bekerja keras saat menyesuaikan antara cahaya terang dari layar gadget dengan minimnya cahaya pada ruangan.

5. Melihat Bacaan dengan Huruf Kecil
Melihat tulisan-tulisan yang kecil memaksa mata anak bekerja lebih keras. Karena itu, pilih buku-buku khusus anak atau balita dengan tulisan besar walaupun si kecil belum bisa membaca sendiri. Pilih gambar dan warna yang menarik sehingga merangsang visualnya.

(SaBah/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

UNICEF: Di Yaman, Satu Anak Meninggal Setiap 10 Detik

Figure
Organization