Topic
Home / Berita / Nasional / Kenali Gejala dan Cara Mengobati Hepatitis-a Sejak Dini

Kenali Gejala dan Cara Mengobati Hepatitis-a Sejak Dini

Virus Hepatitis-A (wikimedia.org)
Virus Hepatitis-A (wikimedia.org)

dakwatuna.com – Jakarta.  Jika Anda menemukan gejala tubuh sudah kuning dan buang air kecil seperti air teh, mengalami gejala flu, sakit-sakit badan, mual bahkan kadang disertai muntah, nafsu makan menurun dan lemas. Atau Anda merasakan nyeri di perut kanan. Waspadalah ini merupakan gejala penyakit hepatitis A. Segeralah ke dokter dan lakukan pemeriksaan pada diri Anda.

Praktisi kesehatan, Dr Ari F Syam, sebagaimana dilansir republika.co.id menjelaskan pemeriksaan laboratorium menunjukkan peningkatan kadar bilirubin dan peningkatan yang tinggi dari SGOT dan SGPT. Pemeriksaan antibodi terhadap virus hepatitis A (anti HAV) yang memastikan bahwa seseorang tersebut terjangkit infeksi hepatitis A.

Masa inkubasi yaitu masa masuknya penyakit sampai timbul gejala berlangsung antara dua sampai enam minggu. Penyakit ini bisa sembuh total dan yang penting pasien harus istirahat total.

Obat-obat yang diberikan sifatnya hanya menghilangkan gejala yang muncul misal, jika diare diberikan obat anti diare, kalau mual diberikan anti mual jika demam diberikan obat anti demam jika lemas diberikan vitamin dan asupan makannya diperhatikan. Obat suplemen hati kadang kala diberikan untuk mengurangi peradangan hati yang terjadi.
Selain itu, pasien memang perlu diisolasi dan jangan tidur sekamar dengan orang sehat, di rumah sakit pun biasanya pasien tidur hanyak sendiri di kamar dan dipisah dengan pasien lain. Sebagian pasien memang tidak perlu dirawat tetapi jika pasien mengalami mual dan muntah dan tidak mau makan sebaiknya memang dirawat untuk mendapat infus cairan dan makanan.

Hepatitis virus A tidak bisa menjadi hepatitis B. Karena memang virus penyebabnya berbeda. Oleh karena itu kalau pernah divaksinasi oleh vaksin hepatitis B tidak berarti juga sudah terlindungi dari  infeksi virus hepatitis A. Tetapi bisa saja dalam satu kasus pasien mengalami dua macam infeksi yaitu infeksi virus B dan juga hepatitis virus A.

Pencegahan yang terpenting adalah hidup sehat dengan makan yang teratur dan cukup gizi, istirahat cukup dan banyak mengkonsumsi buah dan sayur-sayuran. Cuci tangan pakai sabun yang rutin, sebelum dan sesudah makan dan setelah keluar dari toilet, apalagi penyakit ini tertular melalui makanan dan minuman. Khusus untuk yang mengurus orang sakit dengan hepatitis A harus menjaga daya tahan tubuhnya dengan baik kalau perlu dengan mengonsumsi suplemen vitamin atau mineral.

“Vaksinasi hepatitis virus A sebaiknya diberikan bagi orang yang memang akan berkunjung pada daerah yang sedang terjangkit KLB atau wabah dua minggu sebelum berada di lokasi terjadinya KLB,” tambahnya.

Baru-baru ini Kampus IPB tengah memberlakukan Kejadian Luar Biasa (KLB) hepatitis. Kondisi ini diberlakukan menyusul ada puluhan mahasiswa di Kampus Dramaga, Bogor yang terserang virus hepatitis.

Dijutip dari detikcom, sejak hari Jumat (11/12/2015) hingga Minggu (13/12) dokter-dokter dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor turun ke kampus Dramaga melakukan pemeriksaan.

Hepatitis adalah virus yang menyerang organ hati manusia. Hati terjadi peradangan, sehingga fungsi hati menyaring racun dalam darah terganggu.

Tak hanya itu saja, IPB juga melakukan penyuluhan kesehatan kepada mahasiswa/mahasiswi, serta penjual makanan dan minuman di kawasan kampus. (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Doa dan Munajat untuk Keselamatan Dalam Menghadapi Pandemi COVID-19

Figure
Organization