Topic
Home / Berita / Silaturahim / Menkop: UKM Ditantang Tingkatkan Kualitas Produk

Menkop: UKM Ditantang Tingkatkan Kualitas Produk

Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga didampingi Ketua Asosiasi Perusahaan Penjamin Indonesia (Asippindo) Diding S Anwar meninjau SME's Exhibishion 2015  yang digelar bersamaan The International Guarantee Seminar & The 28th ACSIC Conference di Bali, Senin (16/11/2015). (Kemenkop UKM)
Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga didampingi Ketua Asosiasi Perusahaan Penjamin Indonesia (Asippindo) Diding S Anwar meninjau SME’s Exhibishion 2015 yang digelar bersamaan The International Guarantee Seminar & The 28th ACSIC Conference di Bali, Senin (16/11/2015). (Kemenkop UKM)

dakwatuna.com – Jakarta.  Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga mengatakan, skema penjaminan (skim) atau (guarantee) UKM difasilitasi pemerintah melalui Jamkrindo agar memberikan rangsangan bagi pelaku UKM memasuki pasar ekspor.

“Salah satu kendala UKM terkait pendanaan sudah teratasi dengan penjaminan. Saat ini, tinggal cara UKM bisa meningkatkan kualitas produk agar bisa bersaing di pasar ekspor,” ujar Puspayoga usai menghadiri seminar internasional guarantee di Nusa Dua Bali, Senin (16/11/2015).

Adanya penjaminan tersebut, membuat UKM bisa memiliki banyak akses ke sektor pembiayaaan termasuk perbankan. Selain menjadi rangsangan bagi UKM, terlebih memperkaya produk dari sisi kualitas dan pengemasan.

“Diharapkan kualitas produk UKM Indonesia bisa bersaing, terlebih sebentarlagi Indonesia memasuki era pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), ” katanya.

Untuk mempermudah pelaksanan skim penjaminan dibutuhkan UKM rating yang bisa dipercaya. Karena itu pihaknya sudah menyiapkan dan bekerjasama dengan instansi terkait dalam menyusun UKM rating ini.

“Kemenkop UKM akan bekerjasma dengan Asippindo selaku asosiasi perusahaan penjaminan dan OJK selaku otoritas jasa keuangan untuk memantapkan masalah UKM rating ini,” katanya.

Selain itu, Kemenkop dan UKM telah memiliki data base menyangkut jumlah UKM by name by adresss, dimana ada sekitar 43 juta UKM.

Dirut Jamkrindo Diding S Anwar mengatakan, dalam seminar ini hadir di saat kebutuhan pengembangan sektor UKM begitu kuat. Sebab, 99 persen dari pelaku usaha adalah mikro UKM dan koperasi, yang memberikan jaminan bagi mereka terkait langsung dengan upaya pemerintah menciptakan lapangan pekerjaan dan pengentasan kemiskinan.

“Tema seminar mengangkat isu tantangan UKM dalam ekonomi berkembang tanpa batas dan peran kredit penjaminan sesuai dengan kondisi pasar kredit tidak berfungsi optimal, ” katanya.

Banyak alasan untuk ini, termasuk informasi yang tak selaras, persyaratan agunan,risiko tinggi bila memberikan pinjaman pada UKM.

Sebuah survei menunjukkan akses UKM terhadap sumber sumber keuangan masih kecil atau sedikit, hanya 18 persen. Selebihnya atau 82 persen masih mengalami kesulitan bila berhubungan dengan bank.

“Penciptaan skema penjaminan kredit yang dirancang dengan baik dan diikuti dengan pemilihan UKM yang baik, bisa meningkaykan akses dana ke eksternal sehingga  dapat menyebabkan lingkungan kewirausahaan yang dinamis, ” katanya.

Skema tersebut harus dirancang dengan baik dalam hal pembagian risiko, premi, tata kelola, manajemen risiko dll. Selain itu UKM juga bisa dibantu dalam pembuatan proposal, manajemen maupun pencatatan jurnal. (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Arie Untung: Emak-Emak Pelopor Utama Pemasaran Produk Halal

Figure
Organization