Home / Berita / Silaturahim / Kunjungi PB Al Washliyah, Muslim Amerika: Banyak Penduduk Amerika Penasaran dengan Islam dan Akhirnya Mendapat Hidayah

Kunjungi PB Al Washliyah, Muslim Amerika: Banyak Penduduk Amerika Penasaran dengan Islam dan Akhirnya Mendapat Hidayah

Ahmed Sabre seorang warga Muslim Amerika asal Atlanta, Georgia saat bersilaturrahim dan diskusi dengan Pengurus Besar Al Washliyah, Ahad (18/10/15) malam di Jakarta. (kabaralwasliyah)
Ahmed Sabre seorang warga Muslim Amerika asal Atlanta, Georgia saat bersilaturrahim dan diskusi dengan Pengurus Besar Al Washliyah, Ahad (18/10/15) malam di Jakarta. (kabaralwasliyah)

dakwatuna.com – Jakarta.  Seorang warga Amerika Serikat Ahmed Sabre membeberkan kondisi Islam dan umat muslim di negara Paman Sam itu kepada PB Al Washliyah. Dia mengatakan mayoritas penduduk Amerika Serikat tidak mengetahui apa itu Islam. Mereka mulai mengetahui dan mencari tahu tentang agama ini setelah kejadian ditabraknya dua buah gedung kembar World Trade Centre (WTC) oleh dua pesawat terbang.

Menurutnya, usai kejadian runtuhnya WTC pada 11 September 2001, citra Islam menurun dan kondisi umat muslim selalu dicurigai. Tetapi sebaliknya penduduk Amerika mulai penasaran dan mencari tahu tentang agama Islam.

Banyaknya penduduk Amerika mencari informasi dengan membaca dan mempelajari ajaran Islam. Hal ini membuat sebagian dari mereka memeroleh hidayah dan memeluk Islam. Fakta ini disampaikan Ahmed Sabre seorang warga Muslim Amerika asal Atlanta, Georgia saat bersilaturrahim dan diskusi dengan Pengurus Besar Al Washliyah, Ahad (18/10/15) malam di Jakarta.

Terkait dakwah islamiyah, Sabre mengatakan warga Amerika memperoleh ajaran Islam dari internet dan sosial media. Namun metode dakwah yang terbaik adalah dengan dilakukan secara tatap muka. “Metode dakwah face to face itu yang baik untuk warga Amerika,” katanya di kantor PB Al Washliyah.

Terkait pendirian rumah ibadah, Sabre mengatakan bahwa umat Islam di sana harus meminta izin kepada penduduk di sekitar yang akan dijadikan masjid. “Kita umat muslim harus mendatangi satu persatu penduduk di suatu pemukiman dan menjelaskan mengapa pentingnya didirikan masjid bagi umat Islam,” tuturnya di hadapan PB Al Washliyah.

Bila penduduk mengizinkan, biasanya umat muslim di Amerika tidak membangun masjid yang baru. Umat muslim biasanya membeli sebuah bangunan lalu direnovasi dan dijadikan masjid. “Atau sebuah rumah yang dijadikan sebagai rumah ibadah,” ungkapnya.

Kedatangan Ahmed Sabre diterima langsung Sekjen PB Al Washliyah Masyhuril Khamis dan jajaran lainnya. PB Al Washliyah mengucapkan terima kasih banyak karena bisa berdiskusi dan mengetahui kondisi umat Islam di Amerika. Menurutnya negeri super power itu bisa dijadikan untuk tujuan dakwah. Pertemuan malam itu menurutnya bisa dijadikan sebagai bahan bagi organisasi yang telah berusia 85 tahun ini untuk merancang program dalam bidang dakwah. (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Rawan Imigran, Trump Kirim Ribuan Tentara ke Perbatasan

Figure
Organization