Home / Berita / Silaturahim / PuKAT Mengajak Muslim Aceh Tebar Kebaikan Bagi Sesama

PuKAT Mengajak Muslim Aceh Tebar Kebaikan Bagi Sesama

Pusat Kebudayaan Aceh-Turki (PuKAT). (pukatfoundation)
Pusat Kebudayaan Aceh-Turki (PuKAT). (pukatfoundation)

dakwatuna.com – Sebagai Anggota PuKAT kami sangat menyesali mendengar sekelompok Muslim berada dalam kondisi yang tak diinginkan dan kemudian menyakiti kelompok lain yang memiliki agama yang berbeda. Alasan-alasan yang menyebabkan kelompok ini melakukan aksi tersebut bukan merupakan hal yang dapat didiamkan karena aksi tersebut menjadi sebuah kesalahan umum bagi semua komunitas Muslim di Aceh, dan khususnya di Singkil.

Informasi ini mendarat di telinga kita ketika sebuah organisasi terkemuka di Istanbul sedang melaksanakan sebuah kegiatan yang melibatkan pemimpin-pemimpin agama Asia Pasifik, kegiatan yang dibuat untuk dapat melahirkan mekanisme mekanisme untuk meningkatkan kondisi komunitas Islam di wilayah masing-masing sekilas kiprahnya secara global.

Aceh merupakan tanah dikenal tak hanya di kalangan Sumatra, Semenanjung Melayu, tapi juga geografi-geografi lainnya bahkan hingga Amerika yang dimulai sejak abad-abad awal ekspansi Islam di Asia Tenggara. Aceh diakui telah melahirkan kebudayaan dan peradaban Islam di seluruh dunia Melayu. Dari bahasa hingga arsitektur, dari pusat pendidikan hingga buku-buku tulisan tangan, telah mampu menyatukan tidak hanya semua masyarakat Aceh tapi juga semua Muslim di Nusantara.

Kami, sebagai pihak PuKAT tidak menyalahkan penyerang, sebaliknya mengharapkan kebaikan mereka. Kami harap, mereka memahami kesalahan mereka atau mencoba memahami apa yang salah dengan diri mereka karena jelas ada yang salah dengan pemahahaman dan persepsi dari para penyerang. Kita, sebagai sesama saudara, perlu melaksanakan kebaikan-kebaikan yang sesuai dengan ajaran dan pemahaman agama Islam. Ya, benar bahwa ada banyak interpretasi dalam ajaran Islam. Namun kita sebagai muslim tentu tidak akan ragu untuk saling mengingatkan melalui ajaran-ajaran yang disebutkan dalam alQuran, sunnah nabi, dan tradisi Islam yang agung dari para leluhur kita.

Masyarakat Aceh harus terlebih dahulu mampu menjadi hakim bagi diri sendiri. Ada banyak tugas dan kewajiban yang sedang menanti Aceh. Tetapi nampaknya kita tidak menyadari hal ini. Satu saja prinsip Islam yang perlu menjadi pembimbing kita, “amr’ bi’l ma’ruf wa nahy ‘anil munkar”, dimulai dari diri sendiri, keluarga kita, tetangga-tetangga kita, dan kaum masyarakat yang lebih besar sesuai dengan kapasitas kemampuan, pengetahuan, praktik, dan bahkan dalam doa-doa kita.

Kami, sebagai anggota PuKAT, dengan rendah hati mencoba berkontribusi dalam hubungan kebudayaan dalam berbagai aspek termasuk agama. Ada gereja Katholik yang diperbolehkan pembangunan untuk menolong komunitas katholik di Banda Aceh pada masa kesultanan Aceh. Pemimpin dan ulama tidak melakukan tindakan yang melawan atau membahayakan keberadaan satu golongan penganut agama dan mereka bebas dalam praktik ibadahnya. Dan orang-orang yang beriman sepatutnya lebih mengerti dari mereka yang tidak beragama, meskipun ada perbedaan-perbedaan yang tajam.

Sebagai Muslim kita patut mengundang, menjelaskan, memberikan pertolongan bagi semua pihak di sekitar kita tanpa ada sedikitpun diskriminasi. Siapa tahu dengan kebaikan kita itu mereka akan menjadi orang-orang yang lebih baik dengan sesamanya.

Mari kita saling tolong menolong dalam membangun sebuah lingkungan yang sehat dan berarti dengan merujuk pada sekurang-kurangnya nilai yang telah dilahirkan dalam tradisi Islam leluhur kita di kawasan ini. (Thayeb/sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Ciptakan Yatim Preneur, PKPU Human Initiative Hadirkan Program Training Menjahit

Organization