Topic
Home / Berita / Profil / Demi Menghidupi Keluarga, Go-Jek Jadi Pilihan Legenda Timnas Indonesia ini

Demi Menghidupi Keluarga, Go-Jek Jadi Pilihan Legenda Timnas Indonesia ini

anang Ma'ruf
Anang Ma’ruf, mantan punggawa Timnas jebolan PSSI Primavera kini memilih Go-jek sebagai profesi barunya. (liputan6.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  Siapa yang tidak kenal dengan mantan punggawa Timnas ini. Pemain jebolan PSSI Primavera tahun 1993-1994 ini seangkatan dengan Kurniawan Dwi Yulianto, Yeyen Tumena, dan Eko Purjianto.

Apalagi bagi Fans Persebaya Surabaya atau yang biasa dikenal dengan ‘Bonek’. Pemain ini menjadi pemain kesayangan mereka karena selalu bermain lugas mengawal pertahanan Persebaya. Dialah Anang Ma’ruf, nama yang sudah tidak asing lagi bagi pecinta sepakbola tanah air.

Namun roda kehidupan pemain kelahiran Surabaya ini berubah drastis usai memutuskan untuk pensiun ditahun 2011. Gresik United menjadi klub terakhir yang dibelanya,  Anang fokus di pembinaan usia dini. Pria 39 tahun ini melatih Sekolah Sepakbola (SSB). Padahal, ketika masih aktif bermain Anang termasuk permain yang disegani.

Seiring dengan carutmarutnya dunia persepakbolaan tanah air yang tak kunjung selesai, nasib membawa Anang menggeluti profesinya yang jauh dari dunia sepakbola.

Seperti dilansir liputan6.com, Kehidupan Anang kini berbanding terbalik 180 derajat. Karena sanksi FIFA, karier kepelatihannya mandek. Terlebih, usahanya yang dirintisnya di Bali mengalami masa surut. Tidak ada pilihan, Anang kini menjadi bagian Go-Jek untuk menambah penghasilan di tengah kesibukan melatih SSB.

“Ya bagaimana lagi mas. Pemerintah kan sudah menghentikan kompetisi sepakbola nasional. Otomatis saya hanya melatih SSB saja,” aku Anang usai sera terima atribut Go-Jek.

Waktu yang fleksibel dan aturan waktu yang tidak mengikat di Go-Jek membuat Anang merasa nyaman menjalani pekerjaan sampingan ini. “Lagian, aturan di Go-Jek kan tidak ketat mas. Sewaktu-waktu bisa kemana-mana tanpa ada jadwal yang ketat. Jadi, saya bisa mengatur waktu saya sendiri,” sambung bapak dua anak tersebut.

Semasa menjadi pemain, Anang terkenal sebagai bek yang tangguh. Sudah beberapa klub yang merasakan service pria berpostur 173cm tersebut.

Dia mengantarkanPersebaya menjadi juara Liga Indonesia dua kali pada 1996-97 dan 2004. Bahkan Tim Ibukota Persija Jakarta pun pernah dibela  Anang dan berhasil menjadi juara Liga Indonesia pada 2001. Itu terakhir kali Macan Kemayoran menjadi juara.

Kondisi sepakbola Indonesia memang kini dalam ketidakjelasan. Sejumlah laga Indonesia Super League yang harusnya kembali digelar urung terlaksana karena tidak mendapat izin kepolisian sesuai instruksi Polri dari Kemenpora. Bahkan, laga pembuka Divisi Utama pun kena imbasnya.

Hal tersebut membuat tim-tim ISL yang sudah datang untuk bertanding pun merugi, dan tentu mengganggu kondisi psikologis pemain karena terus berada dalam keadaan tak menentu selepas pembekuan yang dilakukan Kemenpora kepada PSSI selaku induk federasi sepakbola tanah air.

Kondisi ini bukan hanya dirasakan oleh Anang Ma’ruf yang memang sudah tidak aktif bermain lain, bahkan eks bek timnas Indonesia yang kini membela Pusamania Borneo FC, Hamka Hamzah, juga merasakan hal yang sama.

Hamka bahkan curhat soal keluh kesah yang dirasakannya karena keadaan ini. Mantan pemain Persija Jakarta itu berkicau lewat akunTwitter milikinya.

“Mau dibawa ke mana sepakbola ini…kalau memang mau dibubarkan, bubarkan sekalian jangan seperti ini. Membuat klub dan pemain kebingungan!!!” tulis Hamka seperti dikutip dari goal.com

“Kalau punya masalah pribadi jangan melibatkan orang yang tidak tahu apa-apa..dan akhirnya kita ini yang kena dampaknya #ohnegeriku.”

“Kalian semua tidak pernah tahu tentang permainan sepakbola.. Kami yang dari kecil sudah bersusah payah untuk menjadi seorang pemain bola #Negeriku,” keluh Hamka sembari menyindir. (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Manipulasi Esemka

Figure
Organization