Home / Konsultasi / Konsultasi Arsitektur / Bagaimana Cara Renovasi Masjid Tanpa Bongkar Masjid yang Lama?

Bagaimana Cara Renovasi Masjid Tanpa Bongkar Masjid yang Lama?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

DAKWATUNA masjid rsud krawang DESAIN 3 DROP OFF - VIEW 4dakwatuna.com –

 

Pertanyaan:

Assalaamu’alaikum wrwb

Pak Andan di dakwatuna.com, kami pengurus Masjid Asy – Syifa RSUD Karawang ingin melakukan renovasi masjid. Sebagai Rumah Sakit Umum terbesar di Jawa Barat, maka kapasitas masjid yang sekarang sudah tidak mencukupi. Hingga sering kali jamaah terpaksa shalat Jumat hingga ke teras bahkan taman dan jalan setapak masjid.

Namun kami ingin juga mempertahankan bangunan lama, agar biaya renovasi nya tidak terlalu mahal. Masjid lama adalah bangunan satu lantai. Padahal kami ingin membuat renovasi nya menjadi bangunan 2 lantai.  Bagaimana membuat desain nya?

Jika Pak Andan ada waktu kita bisa membicarakan nya setelah selesai shalat Jumat di RSUD Karawang. Karena biasanya segenap pengurus masjid berkumpul saat itu.

Untuk netters dakwatuna, mohon doa restu nya. Agar kegiatan renovasi ini dapat berjalan lancar. Hingga sarana kegiatan ibadah kaum muslimin dapat terwujud dengan baik. Terima kasih banyak untuk redaksi dakwatuna yang telah berkenan menampilkan artikel ini.

Jazakumullah khoiron katsiron.

  1. Supris – [email protected]

Panitia Renovasi Masjid Asy – Syifa RSUD Karawang

 

Jawaban:

Wa’alaikum salam wrwb

Supris di Karawang dan rekan – rekan netters dakwatuna yang dimuliakan Allah, setelah survey dan rapat dengan pengurus Masjid Asy – Syifa, maka saya berusaha mengambil konsep lama masjid untuk di terapkan di bangunan baru yang berada di belakang nya.

Atap limas segi 8 yang menjadi ciri utama masjid lama saya tiru di atap lantai 2 bangunan baru. Hingga dari jauh akan  terbentuk pola limasan atap kecil dan pola limasan atap besar. Sambungan desain ini akan membuat harmoni yang indah. Biaya juga menjadi tidak mahal karena masjid lama masih tetap berdiri utuh.

Tinggal sambungan atap yang kita harus perhatikan. Dengan pola cor dak atap beton, maka kita akan dengan mudah menyambung satu dengan yang lainnya. Sekaligus ia berfungsi sebagai void penghubung antara lantai atas dan lantai bawah.

Sirkulasi hawa menjadi bagus. Pandangan atas dan bawah tidak terputus. Estetika interior juga menjadi indah. Karena ada kejutan ruang yang menarik di bagian tengah masjid. Dan yang paling utama adalah biaya menjadi murah.

Untuk daya tarik utama masjid saya buatkan 4 menara di setiap sudutnya. Menara bagian belakang berfungsi sebagai tangga dan area wudhu wanita. Sementara menara depan untuk area wudhu pria. Menara belakang saya buat lebih tinggi dibandingkan menara depan, karena menyesuaikan pola estetika atap limas lama dan baru.

Demikian penjelasan desain ini, semoga masjid ini dapat segera terwujud. Semoga Allah meridhai usaha kita untuk membangun rumah Allah. Dan semoga Allah bangunkan kita rumah di surga karena telah turut berpartisipasi dalam membangun rumah Allah.

Akhirul kalam,

Wassalaamu ’alaikum wr wb

Ir. Andan Nadriasta – 0817 496 5742

Kirimkan email pertanyaan/order desain/pelaksanaan ke: [email protected]

DAKWATUNA masjid rsud krawang DESAIN 3 DROP OFF - DENAHDAKWATUNA masjid rsud krawang DESAIN 3DAKWATUNA masjid rsud krawang DESAIN 2 EKSTERIOR VIEW 17DAKWATUNA masjid rsud krawang DESAIN 3 DROP OFF - VIEW 2DAKWATUNA masjid rsud krawang DESAIN 3 DROP OFF - VIEW 5DAKWATUNA masjid rsud krawang DESAIN 3 DROP OFF - VIEW 6

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Andan Nadriasta, ST
Lulusan Teknik Arsitektur angkatan 90 Univ. Pancasila. Bisa dihubungi di 0817-496-5742. Aktif menulis di media tahun 99. Sebagai pengisi rubrik griya di koran Republika. Sebelumnya sempat aktif di Tabloid Nova. Membantu pembuatan desain rumah tinggal yang di asuh oleh Ir. Nurhadi.Andan Nadriasta diambil dari bahasa sansekerta. Artinya adalah 'tangan yang berkarya'. Doa dari orang tua tersebut mengiringi segenap kegiatan dalam berkarya membuat disain rumah tinggal yang islami. Serta berdakwah di lingkungan sekitar hingga daerah yang dikunjungi.

Lihat Juga

Seminar Nasional Kemasjidan, Masjid di Era Milenial

Organization