Topic
Home / Berita / Nasional / Pemerintah Pilih Bantu Pendanaan Ormas, Parpol Gigit Jari

Pemerintah Pilih Bantu Pendanaan Ormas, Parpol Gigit Jari

Pemerintah akhirnya membatalkan rencana pemberian dana bantuan untuk parpol. (liputan6.com)
Pemerintah akhirnya membatalkan rencana pemberian dana bantuan untuk parpol. (liputan6.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  Usulan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumulo untuk membantu pendanaan Partai Politik akhirnya batal diwujudkan pemerintah dengan alasan tidak semua partai politik membutuhkan tambahan tersebut.

Sebagai gantinya Tjahjo kini justru berencana memberikan tambahan anggaran kepada berbagai organisasi masyarakat (Ormas). Namun, tidak semua ormas yang akan diberikan dana tambahan tersebut.

“Kita akan konsentrasi ke bantuan untuk ormas tertentu,” ujar Tjahjo seperti dikutip dari kompas.com

Ormas-ormas tersebut akan dipilih berdasarkan kegiatannya, yang memberikan kontribusi dalam pengembangan masyarakat. Misalnya, ormas di bidang pendidikan seperi PKK dan ormas keagamaan tertentu.

Terkait dengan rencana tersebut, pemerintah sedang mengkaji dari sisi payung hukumnya. Jika diperlukan, pemerintah akan membuat aturan baru, atau merevisi aturan yang sudah ada.

Hal lain yang mendasari batalnya rencana tersebut adalah adanya peringatan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Seperti yang diungkapkan Wakil Ketua KPK Zulkarnain, menambah anggaran tidak akan membuat Parpol bekerja lebih efisien.

Apalagi, pemerintah memang masih membutuhkan ruang fiskal yang cukup untuk membiayai pembangunan. Oleh karenanya, keberadaan dana papol menurutnya harus dipertanyakan.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengusulkan partai politik mendapat bantuan dana 10 kali lipat lebih besar dari sebelumnya.

Hal tersebut kontan menimbulkan polemik dan desakan agar menghentikan pembahasan tentang pemberian bantuan dana parpol.

Dikutip dari  liputan6.com, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menyatakan, sebaiknya pemerintah menghentikan pembahasan kenaikan dana parpol 10 kali lipat di tengah kondisi bangsa saat ini.

“Dengan keadaan ekonomi Indonesia yang sedang melambat dan kenaikan bahan-bahan pokok jelang Lebaran,” papar Zulkifli usai buka bersama di kediaman dinas Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (27/6/2015) malam.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu memandang, lebih baik jika pemerintah fokus memenuhi ketersediaan bahan pokok dan menurunkan harga-harga bahan pokok, ketimbang menguras energi membahas dana parpol.

Sementara Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengatakan, sebaiknya usulan penambahan dana parpol tidak harus ditingkatkan. Namun yang terpenting adalah membuat regulasi agar berpolitik itu tidak harus berbiaya tinggi.

“Kemarin kan Mendagri yang mengusulkan sendiri, bahkan mau dinaikkan 10 kali lipat. Menurut saya buat aturan untuk mengajukan perubahan undang-undang agar dicapai cara berpolitik yang murah, pemilu dan pilkada,” usul Hidayat.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menegaskan, partainya tidak pernah mengusulkan dan meminta anggaran dana bantuan parpol, apalagi sampai 10 kali lipat. (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Ustadz Abdul Somad yang Terpanggang dari Dua Arah

Figure
Organization