Home / Berita / Internasional / Asia / Netanyahu Hadapi Perlawanan Sengit dalam Pemilu Israel Kali Ini

Netanyahu Hadapi Perlawanan Sengit dalam Pemilu Israel Kali Ini

Yitzhak Herzog dan Netanyahu, diprediksi bersaing ketat dalam Pemilu Israel kali ini (bbc.co.uk)
Yitzhak Herzog dan Netanyahu, diprediksi bersaing ketat dalam Pemilu Israel kali ini (bbc.co.uk)

dakwatuna.com – Palestina. Pemilihan umum resmi dilaksanakan (17/3/2015) di Israel dan diprediksi akan menjadi pertarungan ketat antara partai pendukung PM Benjamin Netanyahu dan partai koalisi sayap kiri.

Koalisi zionis kiri-tengah berjanji untuk memperbaiki hubungan dengan Palestina dan masyarakat internasional.

Sementara Netanyahu yang partainya kalah dalam survei pemilu, bersumpah tidak akan membiarkan terciptanya negara Palestina jika ia kembali terpilih untuk keempat kalinya.

Pemilu Israel resmi dimulai pada pukul 07:00 waktu Israel dan ditutup pada pukul 22:00. Hasil pemilu akan segera diumumkan, tetapi negosiasi pembentukan koalisi pemerintahan diperkirakan akan memakan waktu.

Netanyahu menghadapi pertarungan politik terbesar dalam hidupnya. Jika ia kalah dari serikat Zionis, ia masih berpeluang membangun koalisi. Pusat politik Israel berada di sayap kanan, sementara serikat zionis akan kesulitan mendapatkan rekan koalisi untuk mencapai kuota 61 kursi yang dibutuhkan.

Saat berkampanye Netanyahu mengangkat isu keamanan, menjelaskan keberhasilannya mencegah negara Palestina berdiri.

Sedangkan masalah yang menjadi perhatian para pemilih adalah mengenai tingginya biaya hidup selama pemerintahan Netanyahu. Hal ini yang diangkat oleh lawan politiknya dan dianggap sebagai kelemahan Netanyahu.

Netanyahu menolak untuk membentuk koalisi dengan serikat zionis, “Tidak akan ada koalisi dengan partai buruh, saya akan membentuk koalisi pemerintahan nasionalis (sayap kanan),” kata Netanyahu. (bbc/rem/dakwatuna)

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo dan Institut Riset dan Studi Arab Cairo.

Lihat Juga

Terungkap, As-Sisi dan Netanyahu Bertemu Secara Rahasia Tahun Lalu