Home / Berita / Daerah / Nenek Tewas Dijambret Sambil Mendekap Bayi yang Selamat Tanpa Luka Sedikitpun

Nenek Tewas Dijambret Sambil Mendekap Bayi yang Selamat Tanpa Luka Sedikitpun

ilustrasi penjambret kalung - (inforiau.co)
ilustrasi penjambret kalung – (inforiau.co)

dakwatuna.com – Banyumas.  Rusitem (55) warga Dusun Sirapan, RT 04 RW 06, Desa gandatapa, Kecamatan Sumbang, Banyumas, tewas karena luka di kepalanya setelah membentur aspal dengan keras lantaran dijejak penjambret. yang menggasak kalung anaknya, Turmini (30)

Rusitem tewas setelah terjatuh dari motornya saat membonceng Tumini, Jumat (6/3/15) kemarin.

Ada yang ajaib dari peristiwa ini, Hilal anak Tumini yang masih berusia enam bulan yang pada saat peristiwa dipangku Rusitem tidak mengalami luka sedikitpun. Hilal terselamatkan lantaran berada di pelukan Rusitem saat jambret menyerang.

Peristiwa naas ini terjadi sekitar pukul 10.45. Menurut kesaksian Turmini, saat itu, dirinya bersama ibu dan anaknya hendak pergi ke pasar dengan menggunakan sepeda motor Mio Soul warna merah bernomor polisi R 4960 NG dari utara ke selatan. “Niatnya mau ke pasar tadi mau beli laos,” ujarnya seperti dikutip dari JPNN.

Sampai sekitar 500 meter dari rumahnya tepatnya di Jalan Raya Sumbang masuk Desa Banteran, sepeda motornya diikuti dua pria tak dikenal yang berboncengan menggunakan sepeda motor.

“Awalnya saya lihat saya papasan dengan pelaku, lalu sampai di jalan sepi itu mereka memutar arah dan memepet kami. Satu menjambret kalung yang saya kenakan sementara satu lainnya menjejak ibu saya hingga sepeda motor terjatuh,” paparnya.

Menurutnya, pelaku menggunakan jaket hitam dan menutup muka dengan helm yang rapat. “Mereka berboncengan, saya menduga mereka menggunakan sepeda motor Yamaha Vixion, tapi karena panik saya tidak sempat melihat plat nomornya, jalan di situ juga sepi,” lanjutnya.

Setelah menjatuhkan korbannya, pelaku berhasil menjambret kalung emas seberat 10 gram milik Tumini dan kabur ke arah selatan. Usai terjadi hal itu, Tumini berteriak meminta tolong kepada warga. “Saya langsung teriak minta tolong karena melihat ibu saya sudah nggak sadar,” isaknya. (jpnn/sbb/dakwatuna)

 

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Data Statistik di Bulan Juni, 3.966 Bayi Baru Lahir di Gaza