Topic
Home / Berita / Silaturahim / TKI di Malaysia Gelar Pelatihan Pemberantasan Buta Huruf Al-Quran

TKI di Malaysia Gelar Pelatihan Pemberantasan Buta Huruf Al-Quran

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Pelatihan Tahsin Tilawah Al-Quran yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Muslimah (Fokma) Cabang Negeri Perak, Malaysia, untuk kalangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia pada hari Ahad (15/2/2015) di ruang kelas sekolah agama Umar bin Khattab negeri Perak, Malaysia. (Yuni YF)
Pelatihan Tahsin Tilawah Al-Quran yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Muslimah (Fokma) Cabang Negeri Perak, Malaysia, untuk kalangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia pada hari Ahad (15/2/2015) di ruang kelas sekolah agama Umar bin Khattab negeri Perak, Malaysia. (Yuni YF)

dakwatuna.com – Kuala Lumpur.  Dalam rangka memberantas buta huruf Al-Quran di kalangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia, maka Forum Komunikasi Muslimah (Fokma) Cabang Negeri Perak, Malaysia, mengadakan pelatihan Tahsin Tilawah Al-Quran. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Ahad (15/2/2015) di ruang kelas sekolah agama Umar bin Khattab negeri Perak yang terletak tidak jauh dari tempat para pekerja tinggal.

Sebagai nara sumber pada kegiatan tersebut adalah ustadzah Ummu Hanik, seorang hafizhah yang menjadi staf pengajar di salah satu sekolah tahfizh di Kuala Lumpur. Acara dimulai sejak pagi yang diawali dengan materi tentang urgensi tahsin tilawah Al-Quran, memberikan motivasi untuk mengajar Al-Quran, workshop pengenalan huruf hijaiyah yang benar dan tes kelayakan para peserta untuk mengajar Al-Quran.

Peserta kegiatan ini berjumlah empat puluh lima muslimah. Para pekerja tersebut tampak begitu bersemangat dan khusyuk dalam mengikuti program tahsin hingga selesai. Mereka adalah para pekerja Indonesia di Malaysia yang bekerja di pabrik elektronik Unisem, Carsem dan Finisar. Setelah pelatihan ini dilaksanakan maka diharapkan para peserta memiliki bekal dan kecakapan untuk mengajarkan membaca Al-Quran di kalangan pekerja. Hal ini untuk menindaklanjuti permasalahan di lapangan bahwa ternyata masih banyak TKI di Malaysia yang belum dapat membaca Al-Quran meskipun mereka muslim, sekaligus mengajarkan kepada para TKI yang mualaf, di mana mereka masuk Islam selama bekerja di Malaysia.

Menurut ustadzah Ummu Hanik, selain bekal ilmu dan kecakapan mengajar Al-Quran, bekal yang sangat penting bagi para peserta tahsin sebelum diterjunkan sebagai pengajar tilawah Al-Quran adalah memiliki niat ikhlas, tekad yang kuat, selalu berdoa dan meminta pertolongan Allah, menjauhi dosa dan kemaksiatan, sabar, belajar dari guru dan istiqamah.

Sebagai penutup, kegiatan tahsin ini diharapkan menjadi motivasi bagi para muslim di manapun dengan latar belakang pekerjaan yang beragam, untuk tetap berusaha menjadi manusia yang terbaik menurut Allah sebagaimana dalam hadits bahwa yang terbaik di antara kalian adalah yang belajar Al-Quran dan mengajarkannya sekaligus mendorong kita semua untuk selalu berusaha memberikan manfaat bagi lingkungan di sekitar kita. (dakwatuna/hdn)

Pelatihan Tahsin Tilawah Al-Quran yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Muslimah (Fokma) Cabang Negeri Perak, Malaysia, untuk kalangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia pada hari Ahad (15/2/2015) di ruang kelas sekolah agama Umar bin Khattab negeri Perak, Malaysia. (Yuni YF)
Pelatihan Tahsin Tilawah Al-Quran yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Muslimah (Fokma) Cabang Negeri Perak, Malaysia, untuk kalangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia pada hari Ahad (15/2/2015) di ruang kelas sekolah agama Umar bin Khattab negeri Perak, Malaysia. (Yuni YF)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

YY Farikha
muslimah yang saat ini tinggal di Malaysia, selalu berusaha memperbaiki diri dan memberikan manfaat untuk orang lain, suka berdakwah, belajar dan berbisnis

Lihat Juga

FOKMA Gelar Seminar ‘Siapkah Aku Menikah?’

Figure
Organization