Home / Berita / Internasional / Amerika / Kemarahan Terhadap Pembunuhan 3 Mahasiswa Muslim di AS Banjiri Dunia Medsos

Kemarahan Terhadap Pembunuhan 3 Mahasiswa Muslim di AS Banjiri Dunia Medsos

Dhiya' Barakat bersama istrinya adik iparnya (bbc.co.uk)
Dhiya’ Barakat bersama istrinya adik iparnya (bbc.co.uk)

dakwatuna.com – Amerika Serikat. Pembunuhan 1 keluarga muslim di AS oleh warga AS yang (diduga) dipicu oleh kebencian terhadap Islam menjadi ‘trending topic’ di jaringan media sosial (medsos), seperti Twitter, di seluruh dunia.

Para pengguna medsos mengecam tragedi pembunuhan terhadap Yusra Abu Shaliha (21 tahun), adiknya Razan Abu Shalihah (19 tahun), dan suaminya Dhiya’ Barakat (23 tahun) tersebut, serta juga mengecam sangat minimnya pemberitaan media-media dunia.

Selain itu, mereka juga mengecam sikap diam yang ditunjukkan oleh Pemerintah AS dan media-media besar di negara tersebut, terutama jika dibandingkan dengan pemberitaan tragedi penembakan terhadap majalah rasis Charlie Hebdo di Perancis.

Musisi mulim kenamaan, Maher Zain, mengungkapkan kegalauannya di akunnya, “nyawa umat Islam begitu diperhatikan (dihargai) oleh banyak orang, kecuali media-media besar.”

Sejumlah aktivis medsos lainnya mempopulerkan hashtag #MuslimLivesMatter dan #ChapelHillShooting untuk mengangkat isu tersebut di permukaan.

Hingga Kamis (12/2/2015) petang, hashtag #ChapelHillShooting digunakan lebih dari 1.800.000 kali dan menjadi topik populer tidak hanya di Amerika Serikat namun juga di Inggris, Mesir, Arab Saudi dan termasuk Indonesia. Hashtag ini dimulai oleh Abid A. Ayub, seorang direktur kebijakan dan hukum Komite American-Arab Anti-Diskriminasi.

Aktivis lainnya mempertanyakan apakah Pemerintah AS dan Presiden Obama akan menyelesaikan dan mengusut kasus pembunuhan tersebut dengan tuntas. Mereka juga mengajak seluruh umat Islam, khususnya di negara-negara minoritas muslim untuk mewaspadai berkembangnya islamophobia.

Dhiya’ Barakat adalah warga Suriah yang menempuh pendidikan master kedokteran gigi di Universitas North Carolina, bersama istrinya (yang berencana masuk kuliah tahun depan) dan adik iparnya yang mengambil jurusan desain di universitas yang sama. (islammemo/rem/dakwatuna)

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo dan Institut Riset dan Studi Arab Cairo.

Lihat Juga

Rawan Imigran, Trump Kirim Ribuan Tentara ke Perbatasan

Organization