Topic
Home / Berita / Internasional / Eropa / Baru Berusia 6 Hari, Bayi ini Menjadi Donor Organ Termuda di Inggris

Baru Berusia 6 Hari, Bayi ini Menjadi Donor Organ Termuda di Inggris

Saat ini, sekitar 19 juta orang atau 31 persen dari populasi Inggris - berada di daftar donasi organ. (telegraph.co.uk)
Saat ini, sekitar 19 juta orang atau 31 persen dari populasi Inggris – berada di daftar donasi organ. (telegraph.co.uk)

dakwatuna.com – London.  Seorang bayi perempuan berusia 6 hari yang lahir di Rumah Sakit Hammersmith, London telah menjadi pendonor organ termuda di Inggris setelah orang tua bayi memutuskan untuk mendonasikan organ anaknya.

Bayi perempuan tersebut lahir dalam kondisi kekurangan oksigen selama kehamilan, yang menyebabkan sang bayi tidak bisa bergerak atau menanggapi rangsangan.

Kasus ini merupakan sumbangan organ pertama dari seorang bayi yang sukses dilakukan di Inggris sebagaimana dilaporkan dalam janin & Neonatal Edition Archives of Disease in Childhood seperti diberitakan telegraph.co.uk.

Ginjal bayi tersebut berhasil ditransplantasikan ke pasien dengan gagal ginjal, dan sel-sel hati berhasil ditransfusikan ke penerima kedua.

Dokter mengatakan mereka tidak dapat mengungkapkan identitas penerima sumbangan tersebut, tetapi kasus itu penting, karena donor dari bayi yang baru lahir tidak hanya bisa membantu penerima muda, tetapi juga menghasilkan kolam yang lebih besar dari donor untuk segala usia.

Dr Gaurav Atreja, konsultan neonatologist, mengatakan “Ketika kami menjelaskan kepada orang tua dari bayi perempuan itu bahwa organ bayi mereka bisa menyelamatkan beberapa nyawa dengan bantuan mereka, mereka sangat tertarik dan dalam beberapa jam saja mereka kembali dan menyatakan persetujuannya.

Profesor James Neuberger, Direktur Medis Associate Organ Donasi dan Transplantasi di NHS Blood and Transplant, mengatakan: “Kami sangat senang bahwa transplantasi pertama organ dari bayi yang baru lahir di Inggris itu sukses dan kami juga memuji keputusan berani keluarga untuk menyumbangkan organ bayi mereka.

Para ahli mengatakan, kasus di Imperial College Healthcare merupakan terobosan signifikan, yang bisa menyelamatkan banyak nyawa di masa depan baik dengan memungkinkan lebih banyak transplantasi pada anak-anak yang lebih muda, dan meningkatkan jumlah kolam donor, sebagai organ anak-anak dapat digunakan pada orang dewasa. (telegraph/sbb/dakwatuna)

 

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Data Statistik di Bulan Juni, 3.966 Bayi Baru Lahir di Gaza

Figure
Organization