Home / Berita / Nasional / Pakar: Jalur Hukum Merupakan Sarana Tegas untuk Bendung Kristenisasi

Pakar: Jalur Hukum Merupakan Sarana Tegas untuk Bendung Kristenisasi

Stand Curhat Dalam Rangka Kristenisasi (suara-islam.com)
Stand Curhat Dalam Rangka Kristenisasi (suara-islam.com)

dakwatuna.com – JakartaAksi Kristenisasi yang kian masif semakin meresahkan masyarakat muslim di Indonesia dan  terus  menimbulkan polemik karena jelas-jelas mempengaruhi keyakinan pemeluk agama lainnya dan melanggar aturan yang berlaku.

Aturan tentang tata cara penyebaran agama yang diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Pasal 4 Tahun 1979 menyebutkan, baik pendakwah maupun pihak yang didakwahi harus memeluk agama yang sama.

“Jalur hukum merupakan sarana tegas agar semua unsur di masyarakat berperilaku sesuai aturan yang telah disepakati,” kata pakar hukum pidana dari Universitas Indonesia  Indriyanto Seno Adji, Selasa (9/12).

Ia menyarankan, penyelesaiannya harus mengutamakan pendekatan holistik sosial, yang dilakukan oleh kalangan tokoh masyarakat ataupun pemuka agama terkait. Bila pendekatan holistik ini tidak memadai, barulah diterapkan hukum formal, seperti gugatan pidana terhadap pelaku kristenisasi.

Guru Besar Ilmu Hukum UI ini lantas memberikan perbandingan. Menurutnya, bahaya kristenisasi di Indonesia dapat disamakan dengan fenomena kerusuhan rasial seperti yang terjadi di Amerika Serikat (AS).

Misalnya, kerusuhan rasial di AS belakangan ini dipicu oleh tewasnya seorang keturunan Afrika-Amerika, Michael Brown.

Indriyanto menuturkan, di AS isu ras sangat sensitif untuk dibicarakan, apalagi dijadikan alasan hilangnya nyawa seseorang. Sebab, isu ras di sana menjadi alasan yang mudah untuk membentuk identitas sekaligus mencari permusuhan.

Maka, bila di AS berlaku isu ras, menurut Indriyanto, di Indonesia berlaku kerukunan antarumat beragama.

“Kristenisasi perlu perhatian nasional dan tidak hanya didekati secara hukum formal,” ujar  Indriyanto.

Aksi kristenisasi paling anyar adalah yang terjadi saat car free day di Jakarta beberapa waktu yang lalu yang berhasil direkam oleh seorang jurnalis dan ramai diperbincangkan di media massa. (ROL/sbb/dakwatuna)

 

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Din Syamsuddin: Agama Harus di Praktekkan dalam Kehidupan Sehari-hari

Organization