Topic
Home / Narasi Islam / Wanita / Fashion Ala Muslimah

Fashion Ala Muslimah

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (kawanimut)
Ilustrasi (kawanimut)

dakwatuna.com – Ukhti, seiring pekembangan zaman maka segala aspek kehidupan pun berkembang. Mulai dari kesehatan, pendidikan, teknologi, budaya dan fashion (gaya). Saat ini, mungkin kita sering membaca, mendengar dan melihat tentang fashion atau gaya yang ada di seantero jagad raya, baik di televisi, radio , majalah dan di dunia nyata. Para artis dunia dan pribumi pun berlomba-lomba dalam mengekspose fashion yang mereka gunakan agar ditiru dan disukai banyak orang. Dunia fashion merupakan hal yang menarik untuk di bahas dewasa ini. Fashion mencakup segala kalangan. Mulai anak-anak, remaja ,dewasa bahkan orang tua. Dari yang laki-laki sampai wanita.

Nah, kita sebagai muslimah semestinya jangan mau ketinggalan. Mari kita tegakkan kebenaran, berdakwah melalui pakaian kebesaran. Ya, pakaian muslimah yang syar’i lagi indah tentunya. Jangan malu atau bimbang dalam berpakaian ukhti…. Islam itu menyukai keindahan.

Fashion yang kita bicarakan di sini adalah fashion yang syar’i yang sesuai dengan syariat Islam. Kita sebagai muslimah tentu ingin tampil indah bukan? Jangan mau menjadi muslimah bak jemuran berjalan, muslimah yang pakaiannya asal-asalan, yang warna bajunya tabrakan apalagi muslimah yang baunya kelewatan. Di Islam wanita memang dilarang untuk menggunakan wewangian.

Mari kita renungkan hadits berikut ini: “Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.” (HR. An Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi dan Ahmad. Syaikh Al Albani dalam Shohihul Jami’ no. 323 mengatakan bahwa hadits ini shohih)

Ups… tunggu dulu ukhti. Akan tetapi, wanita boleh menggunakan parfum ketika berada di rumah di sisi suaminya (ingat! hanya untuk suami). Tapi tunggu dulu, bukan berarti kita akan bau tanpa menggunakan parfum. Cara menyiasatinya adalah rajin mandi dan cuci baju dengan bersih ya.

Ukhti, sekali lagi saya tekan kan banhwa Islam itu menyukai keindahan. Dalam berpakaian , selain syar’i juga sebaiknya harus indah di pandang mata.

Barangkali masih banyak di antara para ukhti yang bertanya, bagaimanakah yang disebut pakaian yang syar’i yang diperintahkan oleh syariat ajaran agama?? Bagi para ukhti yang sudah mengetahui serta mengikuti pakaian syar’i yang diperintahkan dalam ajaran agama, alhamdulillah jika ukhti sudah mengikuti sebagaimana yang diperintahkan.

Menurut yang saya baca, syarat-syarat pakaian syar’i:

  1. Menutupi seluruh tubuh selain muka dan telapak tangan.
    Lihat surat an Nuur: 31. Ayat ini menegaskan kewajiban bagi para wanita mukminah untuk menutup seluruh perhiasan, tidak memperlihatkan sedikitpun kepada orang-orang yang bukan mahramnya kecuali perhiasan yang biasa nampak.
  2. Tidak ketat, dan tidak menggambarkan bentuk lekuk tubuh.
    Perhatikanlah pesan putri Rasululloh shallallohu alaihi wa sallam, Fatimah binti Rasullulloh shallallohu alaihi wa sallam.. Beliau pernah berpesan kepada Asma’: “Wahai Asma’! Sesungguhnya aku memandang buruk perilaku kaum wanita yang memakai pakaian yang dapat menggambarkan tubuhnya…)” (Dikeluarkan Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah dan Baihaqi)
  3. Kainnya harus tebal, dan tidak tembus pandang sehingga tidak nampak kulit tubuh.
  4. Tidak menyerupai pakaian laki-laki.
    Ada hadits nih, Dari Ibnu Abbas rodhiyallohu anhu berkata:“Rasululloh shallallohu alaihi wa sallam melaknat pria yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian pria” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, Hakim dan Ahmad dengan sanad shohih)
  5. Tidak menyerupai pakaian wanita kafir.
    Rasululloh shallallohu alaihi wa sallam pernah bersabda:
    “Siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk dari kaum tersebut.” (HR. Abu Daud dan Ahmad dengan sanad shohih)
  6. Tidak diberi parfum atau wangi-wangian.
  7. Tidak mencolok lagi “alay lebay kamseupay”.
    Ups tunggu dulu ukhti, tidak mencolok bukan berarti kita harus memakai pakaian yang serba hitam . Saya pernah membaca dalam buku ”Aisyah The True Beauty” karya: Sulaiman An-Nadawi bahwa Ibunda Aisyah pernah memakai pakaian yang bewarna kuning dan merah , Rasulullah SAW pun tidak melarangnya. Silahkan di cek kembali ya! Nah , dari sini dapat kita ambil kesimpulan bahwa kita boleh kok pakai pakaian yang berwarna namun masih dalam kadar sewajarnya.

Ukhti, dalam berpakaian perhatikanlah padu padan warna dan juga padu padan motif. Ingat! jangan sampai seperti jemuran berjalan… padankan atasan, bawahan dan jilbab dengan senada.

Tips JITU berpakaian ala kiciks:

  1. Padankan warna jilbab dengan warna rok (warnanya senada alias sama)
  2. Jika ingin memakai warna lebih dari satu, maka warna jilbab mengikuti warna yang dominan.
  3. Jika baju bermotif, maka sebaiknya gunakan rok yang polos.
  4. Pliss… jangan biasakan menggunakan rok dan baju dengan motif yang tabrakan.
  5. Sepertinya menggunakan jilbab bermotif bisa di jadikan salah satu alternatif agar penampilan kita lebih bervariasi.
  6. Jika jilbab bermotif maka sebaiknya baju dan rok polos dengan warna yang sama.
  7. Ganti baju setiap hari ya ukhti, jangan lupa lho dicuci.
  8. Jangan takut, malu atau gak pede menggunakan baju yang bewarna warni.

Tapi ingat ukhti, seindah apapun pakaian kita namun akhlak kita tercela, itu sama saja tak ada apa-apanya di mata Allah SWT. Semoga kita semua menjadi muslimah yang bertakwa dan tetap istiqamah dengan pakaian kebesaran kita (pakaian muslimah tentunya). Amin Ya Allah….

“Dan pakaian takwa itulah yang paling baik.” (QS. al-A’raf [7]: 26)

اللَّهُمَّ أَغْنِنِي بالعِلْمِ، وَزَيِّنِّي بِالحِلْم، وَأَكْرِمْنِي بِالتَّقْوَى، وَجَمِّلْنِي بِالْعَافِيَةِ.

“Ya Allah, anugerahi aku ilmu, hiasi aku dengan kesopansantunan, muliakan aku dengan ketakwaan, dan percantik diriku dengan kesehatan, baik jasmani maupun rohani.” Aamin

 

 

 

 

 

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Avatar
Kuliah di Universitas Padjadjaran. Sangat suka membaca, memasak, bepergian, berpetualang dan akting. Tertarik dengan menulis, berbicara, dan mendengarkan. Gadis yang suka tersenyum. Melankolis Sanguinis.

Lihat Juga

Semusim Cinta, Ajang Menambah Ilmu dan Silaturahim Akbar WNI Muslimah Se-Korea Selatan

Figure
Organization