Home / Berita / Internasional / Amerika / Kisah Empat Petualang Swedia dan Anjing Liar yang Setia

Kisah Empat Petualang Swedia dan Anjing Liar yang Setia

Empat petualang Swedia dan Arthur (bbc.co.uk)
Empat petualang Swedia dan Arthur (bbc.co.uk)

dakwatuna.com – Ekuador. Empat atlet Swedia yang sedang mengikuti kompetisi petualangan di hutan tropis Ekuador membawa pulang seekor anjing yang mengikuti mereka sejauh ratusan kilometer.

Sebagaimana dilansir kantor berita BBC (25/11/2014), kisah ini bermula ketika empat sekawan itu memberikan satu kaleng makanan kepada anjing liar di hutan.

Anjing itu (yang akhirnya diberi nama Arthur ) lalu mengikuti mereka dalam kompetisi Adventure Racing dunia yang ditempuh dalam jarak 692 kilometer. Arthur sekarang sudah dibawa pulang ke Swedia setelah diperiksa oleh dokter hewan.

Petualangan Berbahaya

Tidak peduli apa petualangan yang sedang mereka lakukan, Arthur pasti setia menemani. Arthur berenang bersama mereka saat tim menaiki kayak di bawah sungai, memanjat bukit, dan mengarungi medan lumpur setinggi lutut.

Bahkan ketika tim mencoba untuk mengusir dia, Arthur tetap tidak mau meninggalkan.

Di awal-awal perlombaan, penyelenggara sempat memperingatkan tim Swedia ini karena membawa Arthur bersama mereka akan menimbulkan risiko bagi keselamatan anjing itu dan juga mereka.

Tim berusaha pergi meninggalkan Arthur mengarungi bawah sungai menggunakan kayak, tetapi Arthur melompat ke air dan berjuang berenang di samping kayak mereka.

Kapten tim, Mikael Lindord, lalu mengangkatnya, menempatkan dia di kayak dan membiarkan dia tinggal bersama selama sisa perjalanan.

Luka yang Pulih Cepat

Adventure Racing adalah bentuk olahraga ekstrim yang membutuhkan pendakian yang terus menerus, trekking, bersepeda gunung dan kayak selama beberapa hari berturut-turut.

Kejuaraan dunia yang diselenggarakan di Ekuador mencakup tiga wilayah geografis yang beragam; Andes, Pasifik, dan hutan hujan Amazon.

Sejak tiba di Swedia, Arthur menjalani perawatan karena luka di punggungnya. Luka itu sudah ada tiga sampai enam bulan dan masih berdarah ketika tim menemukannya.

Tiga hari yang lalu mereka mengatakan itu “penyembuhan berlangsung cepat”.

Lindnord dalam akun Facebook mereka mengatakan dirinya amat terharu: “Saya tiba di Ekuador untuk memenangkan lomba, tetapi kami bertemu dengan teman baru.” (bbcindonesia/rem/dakwatuna)

 

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo dan Institut Riset dan Studi Arab Cairo.

Lihat Juga

Bambu Setia Indonesiaku