Home / Berita / Nasional / Tidak Boleh ‘Kader Sukun’ Bertemu dengan ‘Kader Sukun’!

Tidak Boleh ‘Kader Sukun’ Bertemu dengan ‘Kader Sukun’!

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ustadz Abdul Muiz memberi taujih di Apel Siaga (Foto: Deddy S/dakwatuna)
Ustadz Abdul Muiz memberi taujih di Apel Siaga (Foto: Deddy S/dakwatuna)

dakwatuna.com – Kalibata. “Tidak boleh ada dua huruf sukun (mati) saling bertemu!” ungkap Ustadz Abdul Muiz dengan semangat tatkala memberi taujih di sesi akhir Apel Siaga Relawan PKS Jakarta Selatan (15/2).

Dalam orasinya, Ustadz Abdul Muiz berpesan untuk mengambil pelajaran dari ilmu sharaf, yang mana tidak boleh ada dua huruf sukun (mati) yang bertemu. Karena selain menyusahkan, dua huruf tersebut tidak bisa dibaca, dan sangat merepotkan. Beliau menjelaskan, bila ada dua rangkaian huruf dan salah satunya sukun, maka salah satunya harus huruf berharakat. Begitu pula dalam dakwah, tidak boleh ada ‘kader sukun’ bertemu dengan ‘kader sukun’. Salah satunya harus kader ‘kader berharakat’, yakni kader yang hidup, optimis, dan senantiasa bergerak dalam dakwah.

Ustadz Abdul Muiz juga menjelaskan aspek kepemimpinan melalui ilmu sharaf ini. Beliau menganalogikan, meski ada serangkaian huruf berharakat, namun huruf pertamanya adalah sukun, ini juga tidak akan bisa dibaca. Ini seumpama seorang pemimpin yang berada di depan, tapi mati, tak produktif, dan tidak bisa jadi teladan, akhirnya orang-orang yang berada di belakangnya menjadi tidak bergerak.

Selain tentang ilmu sharaf beliau juga mengibaratkan jamaah dakwah ini seperti kendaraan di jalanan. “Bila satu kendaraan yang mogok saja bisa bikin macet, bayangkan apa jadinya bila ada dua, tiga, atau banyak kendaraan yang mogok. Bisa-bisa jadi mogok masal. Maka tidak boleh satupun di antara kita yang mogok di jalan dakwah ini,” ungkapnya semangat yang diikuti hentakkan takbir dari para kader PKS di seluruh penjuru lapangan.

Acara Apel Siaga yang diselenggarakan di kawasan TMP Kalibata ini merupakan agenda lanjutan dari Apel Siaga sebelumnya yang diadakan PKS di Lapangan Banteng. Selain untuk menguatkan soliditas menjelang pemilu 9 April nanti, acara ini bertujuan untuk memberi apresiasi kepada para relawan posko bencana banjir yang dibentuk oleh PKS, yang tersebar tak kurang dari 30 posko di Jakarta Selatan.

Turut pula hadir pada acara ini Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid, Ketua DPD Jakarta Selatan Khoirudin, dan para kader dan caleg dari Jakarta Selatan. (ded/dakwatuna)

 

Redaktur: Deddy S

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Lulusan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sejak kecil menggemari segala jenis masakan. Hingga kini senang membaca dan mengakrabi aksara.

Lihat Juga

Pengentasan Buta Huruf Al-Quran Berbasis Dasawisma