Topic
Home / Berita / Internasional / Eropa / Muslim Austria Mulai Dakwah Terbuka

Muslim Austria Mulai Dakwah Terbuka

Muslim Austria (foto: onislam)
Muslim Austria (foto: onislam)

dakwatuna.com – Wina. Harus diakui, kesalahpahaman tentang Islam dan Muslim disebabkan kurang aktifnya umat Islam dalam mempromosikan ajaran Islam. Itu sebabnya, komunitas Muslim Austria mulai aktif meluruskan apa yang salah dari pemberitaan media massa.

“Kami mulai terbuka. Kami menyadari ini dengan harapan dapat memperbaiki kesalahpahaman,” kata Dr. Hasyim A Mahrougi, Kepala Vienna Islamic Center, seperti dilansir onislam.net, Kamis (31/10).

Di Islamic Center, kata dia, beragama kegiatan digelar guna membawa masyarakat Vienna untuk mengetahui secara utuh tentang Islam dan Muslim. Misalnya saja, menawarkan pelajaran Alquran kepada siapa saja, tidak terbatas kalangan Muslim. Islamic Center juga menyiapkan buku terjemaah tentang Islam dalam bahasa Jerman.

“Anda tahu, setiap bulannya, ada empat atau lima warga Vienna memeluk Islam,” kata dia.

Hasyim mengungkap masyarakat Wina sangat beragama. Situasi ini mulai terbiasa dihadapi warga Wina. Toleransi mulai dibangun. Diskriminasi mulai ditekan. “Masalah yang belum selsai adalah berita bohong tentang Islam dan Muslim,” kata dia.

Muslim Austria diperkirakan sekitar setengah juta atau hampir 6 persen dari 8 juta penduduk Austria. Di Wina , Islam adalah kelompok agama terbesar kedua, setelah Katolik Roma. Sekitar 60.000 anak-anak mengambil kelas pendidikan agama Islam di sekolah-sekolah negeri Austria.

Pada tahun 2007 , Muslim Austria ini menggelar kampanye nasional guna memperkenalkan Nabi Muhammad sebagai respon terhadap publikasi kartun Denmark yang menghina Rasulullah. (republika/ded/dakwatuna)

 

Redaktur: Deddy S

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Avatar
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Ada Dakwah di Dalam Film End Game?

Figure
Organization