Topic
Home / Berita / Nasional / FPI Unjuk Rasa di Tempat Festival Film Homoseksual

FPI Unjuk Rasa di Tempat Festival Film Homoseksual

Massa FPI demo festival film gay (Didi Syafirdi/detikfoto)

dakwatuna.com – Jakarta. Ratusan massa Front Pembela Islam (FPI) mendatangi Gedung Goethe Istitut di Jalan Sam Ratulangi No 9-15 Jakarta pada Selasa untuk meminta kegiatan Festiva Film Q (FFQ) dihentikan.

Massa berbaju putih-putih yang datang dengan menggunakan enam unit mobil dan belasan sepeda motor itu, mengatakan film yang ditayangkan dalam kegiatan FFQ tidak bermoral, karenanya harus dihentikan.

Selain berorasi, massa FPI juga mencopoti beberapa poster terkait festival tersebut, kemudian membakarnya.

“Kami tidak mengambil barang apapun, hanya melepaskan atribut film saja,” ujar Ketua DPD FPI DKI Jakarta Habib Salim Alatas.

Dengan dicabutnya poster film tersebut, Salim berharap pihak panitia dalam waktu 1×24 jam tidak lagi memutar film yang mempertontonkan adegan seks lesbian dan homoseksual.

Kalau tuntutannya tidak dipenuhi atau dilanggar massa akan melakukan tindakan paksa, seperti pembakaran.

“Film itu merusak moral, karenanya pemutarannya harus dihentikan. Kalau tidak, gedung akan dibakar,” kata Ketua FPI Jakarta Habib Salim Alatas.

Dalam pandangan Salim, para pelaku homoseksual dan lesbian adalah sesat, karenanya prilaku tersebut akan diazab Allah SWT dengan hujan batu. Tidak hanya itu, hadis juga memanfatwakan hukuman mati bagi pelaku gay dan lesbi.

Pihak Goethe Institut, tidak mau memberikan keterangan terkait protes tersebut.

Informasi yang didapat, rencananya, FFQ akan berlangsung di sepuluh tempat di Jakarta. Selain GI, film juga akan digelar di Pusat Kebudayaan Belanda Erasmus dan Pusat Kebudayaan Prancis.

Berapa di antara film tersebut adalah “Bad Boys Cell 425” yang disutradarai Janusz Mrozowski, dengan durasi 123 menit. Film ini dibuat di Prancis pada 2009 dengan bahasa Inggris.

Film lainnya yang diputar adalah “Fucking Different Tel Aviv” yang disutradarai warga negara Israel Queer Crossover, dan dibuat tahun 2008.

Kepala Sektor Kepolisian Metro Menteng Komisaris Polisi Arsdo Simatupang mengatakan Selasa pukul 19.00 jajarannya akan kembali datang kembali ke GI untuk mengamankan berlangsungnya pemutaran film.

“Untuk mengantisipasi kedatangan massa FPI saat pemutaran film yang akan berlangsung Selasa pukul 19.00, kami akan datang untuk mengamankannya,” kata Arsdo.

Personil yang akan dikerahkan untuk mengamankan pemutaran film itu puluhan orang, terdiri 10 petugas patroli, 10 polisi pos (Polpos), 10 polisi sektor menteng, dan berapa petugas dari Polres Metro Jakpus. “Untuk petugas dari Polres, saya tidak tahu berapa orang,” katanya.

Selama demo berlangsung, berapa ruas jalan yang dilewati arak-arakan demonstran menjadi macet. (ANT-136/Z003/S026/ant)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (9 votes, average: 10,00 out of 5)
Loading...
Avatar
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Ada Dakwah di Dalam Film End Game?

Figure
Organization