Home / Berita / Sang Dai Itu Telah Tiada

Sang Dai Itu Telah Tiada

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

sayyid-nuh.jpgInnaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’un. Telah meninggal dunia seorang ulama besar, ahli hadits, yang terhormat syeikh Dr. Sayyid Muhammad Nuh, hari Senin 15 Rajab 1428 H bertepatan dengan 30 Juli 2007.

Sebelumnya beliau dirawat di rumah sakit “Daarul Fu’ad” di Kuwait, untuk menjalani proses pengobatan ke Cina, yaitu untuk menjalani operasi jantung.

Beliau pernah tinggal di Uni Emirat Arab dan di Kuwait bertahun lamanya, aktif sebagai pengajar, ahli hadits, ahli tafsir, muballigh, dan penulis.

Beliau spesialis di bidang kajian pendidikan, beliau menulis seri “Aafat ‘alath Thariq” dengan pendekatan ulama rabbani. Beliau juga seorang ahli hadits, psikolog, sebagai mana beliau juga menulis banyak kajian dan makalah.

Selama beliau dirawat di Cina untuk cangkok jantung, hati dan doa orang yang mencintai dan mengenalnya selalu mengiringinya, dengan munajat yang dimohonkan ke langit agar Allah swt memberikan kelancaran dalam proses operasi, mengarunianya kesembuhan, sehat seperti sedia kala untuk menjadi singa di medan dakwah Islam. Allah swt mengabulkan sebagian doa orang yang ikhlas sehingga ia sembuh. Kemudian ia menulis di Majalah Al-Mujtama’ kisah dirinya ketika sakit, proses penyembuhan, tindakan operasi dan kesembuhan.

Syeikh Sayyid Muhammad Nuh merupakan alumnus kuliah Ushuluddin universitas Al-Azhar tahun 1971, dan meraih Master pada tahun 1973 dengan tema thesis: “Pernikahan nabi saw dengan Zainab binti Jahsy dan bantahan terhadap fitnah yang diarahkan kepadanya dalam metode kritik yang dilakukan oleh para ahli hadits”, dari universitas yang sama, dan meraih gelar doctoral dengan tema thesis “Al-Hafidz Abul Hajjaj Yusuf al-Mizzi dan usahanya dalam menulis kitab tahdzib al-kamal”.

Syeikh Sayyid Muhammad Nuh yang selalu mendapat prestasi di Universitas Al-Azhar Cairo, merupakan teladan bagi para cendekiawan rabbani yang selalu tawadhu tanpa merendahkan diri, selalu merasa cukup, menjaga diri tatkala kekurangan, merasa butuh hanya pada Allah swt, tegas dalam kebenaran, pemberi nasihat dengan hujjah kuat ketika berdebat, teladan dalam tarbiyah dan perilaku, sangat fasih saat berkhutbah.

Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak mengangkat ilmu dengan menghilangkan ilmu di tengah-tengah manusia. Akan tetapi Allah menghilangkan ilmu dengan mencabut nyawa para ulama. Sehingga ketika tidak ada lagi orang yang alim, manusia mengangkat pemimpin yang bodoh, mereka ditanya, dan menjawab dengan tanpa ilmu, sehingga mereka sesat dan menyesatkan.” HR. Bukhari dan Muslim.

Profesi Syeikh Sayyid Muhammad Nuh

1. Dosen Bidang Hadits di Universitas Al-Azhar Cairo Mesir (sampai sekarang).
2. Dosen Tamu di Universitas Qatar Bidang Syari’ah, Tahun 1981 – 1982.
3. Dosen Tamu di Fakultas Syari’ah Universitas Islam Kuwait, Tahun 1993-1999.
4. Dosen Tamu di Fakultas Adab Universitas Uni Emirat Arab, Tahun 1982-1991.

Aktivitas Syeikh Sayyid Muhammad Nuh

1. Anggota Majalah Syari’ah di Fakultas Syari’ah Universitas Kuwait selama dua tahun.
2. Ketua Program Hadits dan Dirasat ’Ulya di Universitas Kuwait (sekarang).
3. Khatib di Kementerian Wakaf selama delapan tahun.
4. Penulis di Majalah Al-Mujtama’ dan Al-Wa’yu Al-Islami.
5. Nara Sumber di berbagai seminar dan forum ilmiah.
6. Dll.

Karangan Ilmiah Syeikh Sayyid Muhammad Nuh

Beliau menulis lebih dua puluh buku, di antaranya:

1. Taujihaat Nabawiyyah
2. Aafaat alath Thariq
3. Syafaa Ash Shudur fii Tarikhis Sunnah wa Manahijil Muhadditsin
4. Ash Shahabah wa Juhuduhum fii Khidmatil Hadits
5. Attabi’un wa Juhuduhum fii Khidmatil Hadits
6. Manhajur Rasul fii Gharsi ruhil Jihad fii Nufusi Ash Habihi
7. Syakhshiyyatul Muslim bainal Fardiyyah wal Jama’iyyah
8. Ad-Da’wah Al-fardiyyah fii Dhai’il Manhaj Al-Islam
9. dll.

Semoga syeikh Sayyid Muhammad Nuh selalu dikenang. Semoga mengalirkan pahala jariyah di alam kuburnya selagi ilmu yang pernah ditebarkannya bermanfaat, sesungguhnya jika seseorang meninggal maka putuslah amal perbuatannya kecuali tiga hal, “Ilmu yang bermanfaat. Anak shalih yang mendoakan orang tuanya. Dan sedekah jariah.”

Semoga Allah swt merahmatimu wahai yang saya cintai… wahai Abu Muhammad… rahmat Allah yang luas terlimpah atasmu. Dan Allah melapangkan alam kuburmu, menjadikannya taman dari taman-taman surga.

“Engkau hidup laksana orang asing. Engkau meninggal dalam keadaan asing, maka sungguh berbahagia orang-orang yang asing” (dari berbagai sumber)

Redaktur:

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (13 votes, average: 8,62 out of 5)
Loading...
Avatar
Lahir di kota Kudus, Jawa Tengah, pada tanggal 05 April 1975. Menyelesaikan jenjang pendidikan Tsanawiyah dan Aliyah di Maahid Krapyak Kudus. Tahun 1994 melanjutkan kuliah di LIPIA Jakarta. Program Persiapan Bahasa Arab dan Pra Universitas. Tahun 2002 menyelesaikan program Sarjana LIPIA di bidang Syariah. Semasa di bangku sekolah menengah, sudah aktif di organisasi IRM, ketika di kampus aktif di Lembaga Dakwah Kampus LIPIA, terakhir diamanahi sebagai Sekretaris Umum LDK LIPIA tahun 2002. Menjadi salah satu Pendiri Lembaga Kajian Dakwatuna, lembaga ini yang membidangi lahirnya situs www.dakwatuna.com , sampai sekarang aktif sebagai pengelola situs dakwah ini. Sebagai Dewan Syariah Unit Pengelola Zakat Yayasan Inti Sejahtera (YIS) Jakarta, dan Konsultan Program Beasiswa Terpadu YIS. Merintis dakwah perkantoran di Elnusa di bawah Yayasan Baitul Hikmah Elnusa semenjak tahun 2000, dan sekarang sebagai tenaga ahli, terutama di bidang Pendidikan dan Dakwah. Aktif sebagai pembicara dan nara sumber di kampus, masjid perkantoran, dan umum. Berbagai pengalaman kegiatan internasional yang pernah diikuti: Peserta Pelatihan Life Skill dan Pengembangan Diri se-Asia dengan Trainer Dr. Ali Al-Hammadi, Direktur Creative Centre di Kawasan Timur Tengah, pada bulan Maret 2008. Peserta dalam kegiatan Muktamar Internasional untuk Kemanusian di Jakarta, bulan Oktober 2008. Sebagai Interpreter dalam acara The Meeting of Secretary General of International Humanitarian Conference on Assistanship for Victims of Occupation bulan April 2009. Peserta Training Asia Pasifik Curriculum Development Training di Bandung pada bulan Agustus 2009. Peserta TFT Nasional tentang Problematika Palestina di UI Depok, Juni 2010 dll. Karya-karya ilmiyah yang pernah ditulis: Fiqh Dakwah Aktifis Muslimah (terjemahan), Robbani Press Menjadi Alumni Universitas Ramadhan Yang Sukses (kumpulan artikel di situs www.dakwatuna.com), Maktaba Dakwatuna Buku Pintar Ramadhan (Kumpulan tulisan para asatidz), Maktaba Dakwatuna Artikel-artikel khusus yang siap diterbitkan, dll. Sudah berkeluarga dengan satu istri dan empat anak; Aufa Taqi Abdillah, Kayla Qisthi Adila, Hayya Nahwa Falihah dan Muhammad Ghaza Bassama. Bermanfaat bagi Sesama adalah motto hidupnya. Contak person via e-mail: ulistofa-at-gmail.com atau sms 021-92933141.

Lihat Juga

UNICEF: Di Yaman, Satu Anak Meninggal Setiap 10 Detik

Figure
Organization