Home / Jupri Supriadi

Jupri Supriadi

Jupri Supriadi
Lahir pada tanggal 14 Februari 1990 disebuah desa di Kabupaten Bogor, tepatnya di kawasan Parung.Saat ini sedang merantau untuk melanjutkan studinya di Universitas Gadjah Mada dan berdomisili di asrama Lembaga Pendidikan Insani (LPI), Kompleks Gedung Gema Insani Press Yogyakarta. Sebelumnya menetap selama 3 tahun di Asrama MAN Insan Cendekia Serpong dan menjadi salah satu santri di sekolah tersebut.Salam hangat :) ....

Bertarung dengan Diri Sendiri

Dalam surat An-Nas, kita berlindung kepada Allah dari satu kejahatan, yang itu terjadi di dalam diri kita, yaitu kejahatan bisikan setan. Allah memerintahkan manusia untuk berlindung dengan tiga sifat Allah yang utama, yaitu Rabbunnas (Tuhan manusia), Malikinnas (Raja manusia) Ilaahinnas (Tuhan sembahan manusia).

Baca selengkapnya »

Kader Imun vs Kader Steril

Seorang al-ustadz pernah menyampaikan bahwa “Proses Tarbiyah ini harus bisa menghasilkan kader yang imun bukan sekadar kader yang steril, karena Meningkatkan Imunitas itu sama pentingnya dengan menjaga sterilitas“. Dalam konteks pembinaan, kader yang steril adalah kader yang sudah terbiasa dengan lingkungan yang sudah terjaga, terisolasi dan jauh dari pengaruh lingkungan buruk.

Baca selengkapnya »

Berharap Napas yang Panjang

Di antara gejolak-gejolak kejiwaan yang berpotensi untuk mengganggu jalannya dakwah adalah gejolak heroisme. Di sini, bukan berarti heroisme adalah salah satu sikap yang harus dihindari. Akan tetapi dalam buku Tegar di jalan dakwah-nya Ust. Cahyadi Takariawan, yang dimaksud Gejolak Heroisme adalah semangat heroisme yang sudah tidak proporsional.

Baca selengkapnya »

Antara Awal dan Akhir

Saat kita mampu memahami awal dan akhir hidup di dunia ini, insya Allah segala dinamisasi kehidupan akan dapat tetap terbaca sesulit apapun. Liku kehidupan adalah sesuatu yang harus dihadapi, karena hal tersebut adalah untuk menguji kita apakah kita mampu tetap bisa membaca esensi kehidupan ini.

Baca selengkapnya »

Istiqamah: Konsisten, Persisten, Konsekuen

Ketika membicarakan apa itu istiqamah, akan banyak sekali interpretasi yang muncul berkaitan dengan maknanya. Satu kata ini memang memiliki makna yang sangat dalam sehingga ketika ada seorang sahabat yang bertanya kepada Rasulullah. “Ya Rasulullah, ajarilah aku tentang Islam yang aku tidak akan menanyakan ini lagi kepadamu?”. Maka Rasul pun menjawab “Berislamlah, berbuat baiklah lalu istiqamah”.

Baca selengkapnya »

Bila Langkahmu Terhenti

Hidup ini penuh dengan onak dan duri. Bila kita tak mampu menghindarinya, kita akan terkena duri yang membuat sakit diri dan langkah pun akan terhenti. Saat kita berjalan menatap jauh ke depan kita tak boleh lupa bahwa ada sedikit rintangan yang berada dekat kaki kita, ada duri-duri kecil yang mungkin akan membuat kita tak mampu lagi meneruskan perjalanan ini.

Baca selengkapnya »

Karena Ikatan Kita… Istimewa

Sebut saja A dan B. Dua orang sahabat yang sejak kecil sering bercanda bersama, menangis bersama, bahkan melanjutkan sekolah hingga perguruan tinggi pun selalu bersama. Kecocokan antara keduanya telah terbingkai dalam sebuah jalinan persaudaraan yang unik, yang tak mudah kita temui di kebanyakan episode persaudaraan yang lain.

Baca selengkapnya »

Ujian Kapasitas…

Layaknya mendaki sebuah gunung, ujian kapasitas ibarat terus mendaki dan mendaki. Kita harus melewati tapak demi tapak setiap langkah yang harus dilalui. Jangan pernah menuntut untuk bisa melihat pemandangan dari puncak gunung tanpa mau berlelah-lelah meniti setiap terjal tebih-tebing dan panasnya terik matahari. Jangan pernah menuntut untuk bisa melihat edelweiss tanpa mau berusaha mendaki setiap tanjakan-tanjakan curam dan menghalau dinginnya udara yang menusuk tiap lembaran kulit.

Baca selengkapnya »