Home / Berita / Nasional / Lewat Drama Adu Penalti, Persib Akhiri 19 Tahun Puasa Gelar

Lewat Drama Adu Penalti, Persib Akhiri 19 Tahun Puasa Gelar

Pemain dan Official Persib larut dalam kegembiraan setelah berhasil menjuarai ISL 2014.  (kompas.com)
Pemain dan Official Persib larut dalam kegembiraan setelah berhasil menjuarai ISL 2014. (kompas.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  Laga Final Indonesia Super League (ISL) 2014 yang mempertemukan Persib Bandung dan Persipura Jayapura berlangsung sengit dan menegangkan.

Masing-masing tim mengusung misi yang berbeda guna menjuarai turnamen tertinggi di kancah sepakbola Indonesia.

Persipura Jayapura termotivasi menjuarai turnamen kali ini guna menorehkan prestasi sebagai tim yang berhasil juara dua tahun berturut-turut, sementara Persib Bandung sangat berambisi untuk mengakhiri puasa gelar yang sudah 19 tahun tidak mereka rasakan.

Bermaterikan pemain-pemain terbaik Indonesia yang didukung oleh pemain asing yang ada di masing-masing klub, kedua tim menyajikan permainan menarik dan enak ditonton.

Skil individu yang dipadukan dengan kerja sama tim yang apik mewarnai laga sejak pluit di bunyikan hingga akhir pertandingan. Saling jual serangan sudah terlihat sejak awal pertandingan.

Persipura membuka skor ketika pertandingan memasuki menit ke-6. Berawal dari kerjasama apik antara Boaz Salosa dan Ian Louis Kabes yang menyisir sisi kanan pertahanan Maung Bandung, Ian melakukan solo run melewati barisan pertahanan Persib untuk kemudian diakhiri dengan sepakan keras menyusur tanah guna menaklukan kiper I Made Wiryawan.

Tertinggal 1-0, Persib mulai berinisiatif melakukan serangan dengan mengandalkan dua sayap lincah, Ridwan dan Tamtam serta sesekali mengirim bola lambung ke jantung pertahanan Persipura dengan memanfaatkan kecepatan striker Ferdinand Sinaga.

Tusukan-tusukan yang dilakukan Ferdinand akhirnya memakan korban. Bio Paulin yang mengawal Ferdinand terpaksa menjatuhkan striker lincah tersebut hanya beberapa langkah dari area terlarang. Wasit akhirnya menghadiahkan kartu merah bagi Bio setelah menerima kartu kuning kedua.

Eksekusi tendangan bebas Firman Utina inilah yang menjadi petaka bagi Persipura. Berawal dari kemelut dimulut gawang, Emanuel Wanggai akhirnya membuat gol bunuh diri yang membuat kedudukan menjadi 1-1 hingga babak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua, Persipura yang bermain dengan 10 orang justru lebih intensif melakukan serangan-serangan serta berhasil menguasai pertandingan.

Namun perjuangan keras mutiara hitam tertahan dengan gol ke-2 Persib yang disarangkan M.Ridwan pada menit ke-53. Firman Utina dengan cerdik mengirimkan umpan terobosan yang berhasil dikonversi oleh M.Ridwan menjadi sebuah gol.

Unggul 2-1 Persib terlihat mulai mengendurkan serangan, sementara Persipura tetap melakukan serangan-serangan berbahaya khususnya setelah masuknya pemain lincah Pahabol.

Pahabol menjadi aktor lahirnya gol ke-2 Persipura yang disarangkan Boaz. Berawal dari pergerakan lincah Pahabol di sisi kiri pertahanan Persib, dengan cerdik bola dikirimkan kepada Robertino yang langsung meneruskan kepada Boaz yang tak terkawal pemain belakang Persib. Skor 2-2 bertahan hingga berakhirnya babak kedua dan pertandingan harus dilanjutkan di babak tambahan.

Memasuki babak tambahan, pertandingan berjalan lamban akibat kelelahan pemain di kedua kubu. Namun Persib yang unggul jumlah pemain lebih menguasai jalannya pertandingan.

Justru Persib harus kehilangan bek jangkung Vladimir karena menerima kartu kuning kedua setelah melakukan tindakan kurang terpuji dengan berusaha menyundul bola yang sudah berada dalam genggaman kiper Dede Sulaiman.

Hingga berakhirnya waktu tambahan kedudukan masih tetap 2-2 dan pertandingan harus dilanjutkan lewat adu penalti.

Dari lima eksekutor yang diturunkan Persib, semuanya berhasil melakukan tugas dengan sempurna sementara Persipura gagal memaksimalkan tendangan Penalti setelah sepakan Alom berhasil diblok I Made Wiryawan.

Achmad Jufriyanto yang didaulat sebagai penendang terakhir berhasil mengeksekusi tendangan penalti dengan sempurna sekaligus memastikan Persib juara.

Keberhasilan ini disambut suka cita oleh seluruh bobotoh dan sekaligus mengakhiri penantian panjang Persib yang sudah 19 tahun menunggu gelar juara.

Susunan Pemain
Persipura: Dede Sulaiman; Bio Paulin, Dominggus Fakdawer, Ruben Sanadi; Tinus Pae, Lim Jun-Sik, Gerald Pangkali (Jaelani 60), I. Wanggai (Alom 95), Robertino Pugliara, Ian Louis Kabes (Pahabol 69); Boaz Solossa
Persib: I Made Wirawan; Supardi, Vladimir Vujovic, Ahmad Jufriyanto, Tony Sucipto; Hariono, Firman Utina, Makan Konate, M. Ridwan, Tantan (Atep 66); Ferdinand Sinaga.

(sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 9,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Alhamdulillah.. Abanda Herman (Persib) Masuk Islam