Home / Berita / Daerah / Korban Kebakaran di Nusaniwe, Ambon Masih Butuh Bantuan

Korban Kebakaran di Nusaniwe, Ambon Masih Butuh Bantuan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Korban kebakaran di jalan baru Waihaong. kecamatan Nusaniwe, Ambon tinggal di tenda-tenda pengungsian.  (edi/nisa/PKPU)
Korban kebakaran di jalan baru Waihaong. kecamatan Nusaniwe, Ambon tinggal di tenda-tenda pengungsian. (edi/nisa/PKPU)

dakwatuna.com – Ambon.  Kobaran api telah membakar ratusan rumah hingga rata dengan tanah. Kebakaran yang terjadi pada Jumat (30/10/14) malam di jalan baru Waihaong ini mencapai 3 RT, antara lain RT 09, 10 dan 11. kecamatan Nusaniwe, Ambon.

Cepatnya kobaran api yang memberhangus rumah mereka membuat masyarakat tidak sempat mengambil barang-barang berharganya. Sedikitnya, ada 186 KK, 751 jiwa dan 135 rumah yang terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Masyarakat mengungsi di tenda-tenda darurat yang dibangun oleh pemerintah setempat. Ada juga yang menginap di rumah tetangga atau sanak keluarga. Hingga kini, para pengungsi masih menanti bantuan.

Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU Cabang Ambon yang bergerak cepat untuk membantu dan telah menemui para pengungsi secara langsung pada Sabtu (1/11/14). Berbagai bantuan PKPU upayakan untuk dapat meringankan beban mereka, diantaranya seperti menyediakan dapur air bersih, makanan siap saji dan lain-lain.

“Para pengungsi saat ini masih sangat membutuhkan pakaian layak pakai, selimut, susu bayi dan lain-lain,” terang Edi Irsan Elys,x relawan PKPU Ambon. (edi/nisa/PKPU/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Sukismo

Lihat Juga

HAI UEA – PKPU Berikan Layanan Kesehatan Gratis di Kampung Sindang Asih Bogor