Home / Narasi Islam / Resensi Buku / Mukhtashar Zadul Ma’ad (Ringkasan Zadul Ma’ad)

Mukhtashar Zadul Ma’ad (Ringkasan Zadul Ma’ad)

Cover buku "Mukhtashar Zadul Ma'ad (Ringkasan Zadul Ma'ad)".
Cover buku “Mukhtashar Zadul Ma’ad (Ringkasan Zadul Ma’ad)”.

Judul Buku: Ringkasan Zadul Ma’ad
Judul Asli: Mukhtashar Zadul Ma’ad
Penulis: Ahmad Abdul Aziz Al-Hushain
Penerjemah: Asep Sobari dik
Penerbit: Al-I’tishom, Jakarta
Cetakan Ke: 1
Tahun Terbit: 2013
Tebal Buku: 428 halaman

dakwatuna.com“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al-Ahzab: 21)

Pada zaman di mana sesuatu hal yang dinilai bid’ah dijadikan sebagai pola hidup oleh sebagian orang awwam, di saat orang jarang berusaha memahami agama dan mempraktikkan sunnah bahkan menjauhinya. Menjadi sebuah keharusan dan kewajiban kita untuk menerapkan dan berpegang teguh dengan sunnah Nabi Muhammad SAW baik dalam perkataan dan perbuatan. Sesuai dengan yang telah diperintahkan dan menjadi petunjuk atau contoh utama (the living Quran) dalam kehidupan kita sehari-hari. Sehingga kebiasaan dan pola hidup beliau menjadi rujukan utama bagi para sahabatnya. Banyak sekali kita mendengar dan menyaksikan bahwa orang yang melakukan hal bid’ah sangat perhatian terhadap bid’ah mereka, hal tersebut telah diperindah oleh setan bagi mereka, sehingga melupakan sabda Rasulullah SAW:

مَنْ عَمِلَ عَمَـلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْـرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Barang siapa yang mengerjakan perbuatan yang tidak pernah kami perintahkan, maka perbuatan tersebut tertolak”

Sehingga perbuatan tersebut akan dikembalikan kepada pelakunya dan tidak akan diterima oleh Allah SWT. Dikarenakan setiap perbuatan bid’ah adalah kesesatan dan setiap kesesatan berujung kepada neraka.

Buku tuntunan ringkas ini memaparkan dengan jelas sunnah-sunnah Nabi SAW. ”Sunnah” yang berusaha disampaikan dalam buku ini tidak hanya terbatas pada ubudiyah mahdhah seperti shalat, puasa, zakat dan haji saja tapi juga mencakup seluruh perilaku hidup Rasulullah SAW, sampai pada tuntunan beliau dalam peperangan, pengobatan, makan dan minum, sikap terhadap orang kafir dan munafik, beberapa keputusan beliau dalam persoalan harta rampasan perang dan tawanan, serta diakhiri dengan pembahasan Rasulullah mengenai pernikahan yang senantiasa berharap mendapatkan sakinah dan diwarnai dengan cinta kasih dalam bentuk mawaddah wa rahmah yang dianugerahkan oleh Allah SWT.

Pondasi “sunnah” ini begitu penting untuk membangun pribadi, keluarga dan masyarakat serta bangsa yang akan mendapat predikat ‘Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur’. Buku ini turut menyadarkan kita bahwa masih banyak tuntunan Allah SWT melalui Rasul-Nya yang kadang terlupakan dengan berbagai alasan dan pertimbangan ‘perasaan’ yang tidak berdasar pada aturan Allah SWT.

Semoga dengan membaca buku ini, akan timbul ghirah dalam beribadah dan bermuamalah sesuai dengan tuntunan sunnah dalam arti sistem hidup Islam yang lengkap. Pada akhirnya, firman Allah SWT mengingatkan kita semua:

وَمَنْ يُطِـعِ اللهَ وَرَسُـوْلَهُ فَقَـدْ فَازَ فَـوْزًا عَظِيْمًا

“Barangsiapa yang menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh ia menang dengan kemenangan yang besar” (QS. Al- Ahzab: 71)

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 9,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Deasy Lyna Tsuraya
Fulltime mother yang sedang asyik mengurus seorang putra, senang menulis dan mengembangkan kemampuan diri menjadi seorang pembicara atau moderator acara kemuslimahan. Mengisi kesehariannya dengan mengelola web islami dan usaha Rumah Koleksi Antaradin yang bergerak di bidang fashion islami.

Lihat Juga

Sunnah dan Larangan Pada Tubuh Manusia (Bag. Kesepuluh)