Home / Berita / Daerah / Yuk, Kenali Jajanan Sehat

Yuk, Kenali Jajanan Sehat

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Aida, Mahasiswa KesMes UI tengah memberikan penyuluhan tentang jajanan sehat.  (Tri Eka/pkpu)
Aida, Mahasiswa KesMes UI tengah memberikan penyuluhan tentang jajanan sehat. (Tri Eka/pkpu)

dakwatuna.com – Bogor. Jajanan adalah makanan yang dijual oleh pedagang, bisa di kaki lima, pinggir jalan, stasiun, pasar dan berbagai lokasi lainnya yang kemudian dibeli dan langsung dimakan tanpa diolah kembali. Jananan ini menjadi riskan karena maraknya para pedagang yang mencampur bahan terlarang dalam makanan yang mereka olah. Pewarna tekstil, misalnya, yang ternyata tak jarang dipakai untuk mewarnai makanan. Ke semua bahan campuran yang terlarang itu tentu lambat laun akan berpengaruh pada kecerdasan bahkan kesehatan sehingga dapat menyebabkan penyakit yang membahayakan.

Mayoritas masyarakat di Kampung Leuweung Gede Desa Tenjo, Bogor, tidak mengetahui apa dampak dari jajan sembarangan. Banyak diantara mereka yang dengan santainya membiarkan anak-anak mereka untuk jajan tanpa tahu apa yang dibeli dan dikonsumsi oleh anaknya.

Rendahnya pengetahuan orang tua tentang jajanan yang sehat dan apa dampak dari jajan sembarangan, membuat Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU mengajak mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (KesMas) Universitas Indonesia melakukan penyuluhan pada Kamis (9/10). Aida, salah seorang mahasiswa yang kembali turut berkontribusi menyampaikan penyuluhan pada acara Pondok Gizi yang digelar di kediaman Pak Yanta.

“Jajanan yang dimakan tentu akan berpengaruh pada status gizi juga kecerdasan seorang anak nantinya. Maka jajanan dan apa yang anak-anak makan perlu diperhatikan,” ujarnya.

Selain menyampaikan penyuluhan, Aida juga mengadakan games menarik yang membuat ke 15 peserta pondok gizi makin antusias mengikuti jalannya acara.

“Sebelumnyapun PKPU tetap melaksanakan pemantauan status gizi para peserta pondok gizi dengan menimbangnya dan mencatatnya di KMS dan melakukan evaluasi penimbangan balita setelah selasai melakukan makan bersama,” tambah Tri Eka, tim pondok gizi PKPU. (Tri Eka/pkpu/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 7,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Sukismo

Lihat Juga

Ilustrasi. (inet)

Nikmat Sehat yang Terlalaikan

Organization