Home / Berita / Nasional / PBNU Sesalkan Ada Buku Pelajaran yang Mendiskreditkan Kiai

PBNU Sesalkan Ada Buku Pelajaran yang Mendiskreditkan Kiai

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).  (rimanews.com)
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). (rimanews.com)

dakwatuna.com – Jakarta.   Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyesalkan adanya buku pegangan siswa SMP/MTs mata pelajaran Bahasa Indonesia yang memuat kata-kata jorok. Apalagi, kata-kata jorok tersebut tercantum dalam dialog antara beberapa pencopet dan kiai.

“Kalau benar itu terjadi kami akan tindak lanjuti karena itu mendiskreditkan kiai,” kata Wasekjen PBNU Adnan Anwar dikutip dari Republika, Senin (22/9).

Ia mengaku belum membaca buku yang dimaksud. Jika benar terjadi, maka dia yakin hal itu adalah upaya untuk mendiskreditkan kiai. Sebab menurutnya umpatan seperti itu merupakan upaya dari sebagian pihak untuk memperburuk citra kiai. Hal itu dilakukan dengan memasukkannya melalui buku-buku ajar anak sekolah.

Sebelumnya diberitakan, buku pegangan kurikulum 2013 untuk siswa SMP/MTs mata pelajaran Bahasa Indonesia dipersoalkan publik. Sebab, buku untuk siswa kelas tujuh tersebut dinilai tidak layak sebagai pelajaran. Hal itu karena di dalamnya memuat kata-kata kasar, jorok, penuh umpatan.

Reaksi datang dari kalangan walimurid di Sukoharjo, Jawa Tengah. Mereka mendesak pihak yang bertanggung jawab segera menarik kembali peredaran buku yang memuat kata-kata jorok dan tidak sopan. ”Harus ditarik secepatnya,” kata Ny Siti Aisyah (53 tahun), walimurid siswa MTs.

Hasil penelusuran dari buku Mapel Bahasa Indonesia terbitan Erlangga tersebut, kata-kata tak pantas terdapat pada halaman 8,10, 11 dan 27. Kalimat jorok dalam isi buku tertulis dalam sebuah dialog cerita antara seorang kiai dengan copet. Maaf, kata-kata ‘asem, bangsat, kita perkosa’, muncul dalam dialog antara kiai dan copet.  (ROL/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

PBNU: Pelaku Paedofil Harus Dihukum Berat dan Ada Sanksi Sosial