Home / Berita / Nasional / Tak Sesuai Dengan Kebutuhan jadi Alasan SBY Hapus Wewenang Hansip

Tak Sesuai Dengan Kebutuhan jadi Alasan SBY Hapus Wewenang Hansip

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mencabut wewenang organisasi Pertahanan Sipil (Hansip) dalam menjaga ketertiban umum. (terasjakarta.com)
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mencabut wewenang organisasi Pertahanan Sipil (Hansip) dalam menjaga ketertiban umum. (terasjakarta.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mencabut wewenang organisasi Pertahanan Sipil (Hansip) dalam menjaga ketertiban umum. Pencabutan itu tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 88 Tahun 2014, yang ditandatangani SBY pada 1 September 2014.

Perpres baru itu sekaligus menghapus pengaturan Hansip, yang sebelumnya diatur dalam Keputusan Presiden Nomor 55 Tahun 1972 tentang Penyempurnaan Organisasi Pertahanan Sipil (Hansip) dan Organisasi Perlawanan dan Keamanan Rakjat (Wankamra) Dalam Rangka Penertiban Pelaksanaan Sistim Hankamrata.

“Organisasi Pertahanan Sipil dan Organisasi Perlawanan dan Keamanan Rakyat dalam Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta tidak sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat,” demikian bunyi diktum pertimbangan Perpres No. 88 Tahun 2014 itu, dilansir situs Sekretariat Kabinet RI, hari ini.

Selain itu, pertimbangan pencabutan Keppres Nomor 55 Tahun 1972 itu juga dimaksudkan untuk mengikuti Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2010, yang mana tugas dan fungsi yang berkaitan dengan ketertiban umum, ketentraman masyarakat, dan perlindungan masyarakat saat ini sudah dilaksanakan oleh Satuan Polisi Pamong Praja.

“Peraturan Presiden Nomor 88 Tahun 2014 ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan,” bunyi Pasal 2 Perpres yang diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsudin pada 3 September 2014 itu.

 

Masa Lalu

Dalam Keputusan Presiden Nomor 55 Tahun 1972 disebutkan, seluruh rakyat atas dasar kewajiban dan kehormatan, dan sesuai dengan kemampuan individualnya harus diikutsertakan dalam segala usaha Pertahanan/Keamanan dan bersama Angkatan Bersenjata Republik Indonesia.

Pembinaan potensi rakyat untuk kepentingan Hankam itu bertujuan : pertama, mengikutsertakan rakyat secara tertib dan teratur dalam Pertahanan Keamanan Nasional sehingga terwujud satu bentuk Pertahanan Kemanan Nasional yang berlandaskan potensi Rakyat Semesta; Kedua, menghimpun potensi rakyat dalam Pertahanan Sipil dan Perlawanan Keamanan Rakyat; Terakhir, memberikan latihan-latihan keterampilan yang bersangkutan dengan tugas kewajiban dan persiapan.

“Mereka yang diikutsertakan dalam segala usaha Pertahanan/Keamanan tersebut, disusun dalam Organisasi Pertahanan Sipil dan Organisasi Perlawanan dan Keamanan Rakyat,” bunyi Pasal 4 Keppres tersebut.

Dalam Keppres No. 55/1972 itu disebutkan, Organisasi Pertahanan Sipil yang selanjutnya disebut Hansip dan Organisasi Perlawanan Keamanan Rakyat yang selanjutnya disebut Wankamra dalam sistim Hankamrata merupakan komponen Hankam dan komplemen ABRI. (ren/viva/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • Jadi nanti yg gantiin Pak Hansip keliling wilayah RW itu Satpol PP?

Lihat Juga

Presiden RI Joko Widodo saat bertemu Presiden AS Barack Obama di Gedung Putih, Washington, Senin (26/10). (liputan6.com)

Jokowi Akan Gabung di TPP, Ini Pendapat SBY

Organization