Home / Berita / Nasional / MITI Helat Professor Lecture Bersama University of Tsukuba dan BPPT

MITI Helat Professor Lecture Bersama University of Tsukuba dan BPPT

MITI Helat Professor Lecture Bersama University of Tsukuba dan BPPT
MITI Helat Professor Lecture Bersama University of Tsukuba dan BPPT

daktuna.com – Tangerang. Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI) helat Professor Lecture bersama University of Tsukuba, Jepang dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Republik Indonesia, Selasa (02/09), di Gedung Sekretariat MITI Kawasan Alam Sutera, Tangerang. Kegiatan ini merupakan agenda Kajian Bulanan dari Deputi Kajian dan Kebijakan MITI untuk menambah wawasan peserta dan membuat rekomendasi bersama.

Pembangunan berkelanjutan dalam bidang pangan dan pertanian menjadi sangat penting di tengah isu banjirnya arus impor pangan dan kerusakan lingkungan di dalam negeri. Perubahan pola pikir masyarakat terhadap pangan lokal menjadi salah satu sebab munculnya gerakan-gerakan pendukung pangan lokal dan pertanian dalam negeri. Pemerintah juga sudah mulai menggeliatkan konsumsi pangan lokal agar tercapai pembangunan yang berkelanjutan di bidang pertanian.

MITI Professor Lecture mengambil tema “Appropriate Agriculture Technology for Sustainable Development“. Dalam sambutannya, Femina Sagita Borualogo, PhD, Executive Director For Pilicy Studies MITI menyampaikan bahwa tema-tema kajian seperti ini menjadi sangat penting untuk diperbincangkan. “Both professors will give lecture about agriculture technology to reach sustainabality (Kedua professor akan memberikan kuliah mengenai teknologi pertanian untuk mencapai keberlanjutan),” ucapnya saat memberikan sambutan.

Hadir sebagai pembicara, Assoc. Prof. Dr. Tofael Ahamed dari Graduate School of Life and Environmental Sciences, University of Tsukuba, Jepang dan Dr. Ing. Muhammad Abdul Kholiq, Kepala Seksi Pelayanan Jasa Teknologi dan Kerjasama. Tofael menyampaikan materi tentang pembangunan berkelanjutan dalam bidang pertanian dan memberikan berbagai contoh nyata penerapan teknologi tepat guna hasil penelitian universitasnya di sektor pertanian di Jepang. “We need a holistic project that have a feedback for sustainability (kita butuh sebuah proyek holistik yang memiliki umpan balik untuk keberlanjutan),” ujarnya kepada para peserta. Sama halnya dengan Tofael, Abdul kholiq juga menjelaskan konsep keberlanjutan dengan clean technology. Peneliti lulusan Jerman ini menjelaskan berbagai penelitian yang telah ia lakukan di tempat kerjanya.

Peserta kegiatan terdaftar berasal dari berbagai lembaga, seperti Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, Universitas Sebelas Maret, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Universitas Indraprasta PGRI, Universitas Hassanuddin, Universitas Pasundan, OpenThink Labs, BPPT, dan lembaga lainnya. Diharapkan dari kegiatan ini peserta dapat mengambil pelajaran mengenai konsep pembangunan berkelanjutan untuk diterapkan di daerahnya masing-masing.

MITI adalah sebuah LSM yang mengemban peran untuk menjembatani antara peneliti dan masyarakat. Dengan visi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk Kesejahteraan dan Kemandirian Bangsa, MITI terus menjadi penggerak bangkitnya ilmuwan dan teknolog Indonesia agar berkarya lebih nyata dan berperan serta secara aktif dalam pembangunan nasional dan penyelesaian masalah-masalah Bangsa. Selama sepuluh tahun lebih MITI didirikan, berbagai program telah dilaksanakan, seperti Gerakan Go Pangan Lokal yang berhasil mengampanyekan pangan lokal Indonesia, Regional Development Center untuk memberdayakan masyarakat, inkubasi bisnis teknologi, dan banyak kegiatan lainnya. MITI melalui jaringan MITI Kluster Mahasiswa juga ingin mengembangkan keilmuwan mahasiswa Indonesia hingga program doktoral di lebih dari 80 kampus di seluruh dunia. (dwh/usb/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Samin B

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 5,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Lihat Juga

Ilustrasi. (Endy Kurniawan)

QOLONI, Media Bantu Sosial Berbasis Teknologi Crowdfunding