Home / Narasi Islam / Life Skill / Resep Ampuh Pengusir Bosan

Resep Ampuh Pengusir Bosan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (guardian.co.uk)
Ilustrasi. (guardian.co.uk)

dakwatuna.comKetika kita masih SD, kita ingin cepat menginjakkan kaki di SMP. Ketika SMP, kita pun ingin bersegera masuk SMA. Ketika SMA telah tercicipi, hati nak hendak pula mencoba bangku kuliah. Ketika bangku perkulian telah diduduki, kita pun ingin cepat-cepat bekerja. Dan setelah kita bekerja, kita malah bosan dan ingin kembali ke masa-masa sekolah.

Dari sederetan aktivitas yang di ulang-ulang, manusia itu memang cenderung merasa bosan. Baik pada apa yang dilakukan, begitu juga dengan lingkungan. Jadi tak heran jika manusia itu suka terhadap hal-hal baru untuk menghilangkan rasa bosan yang membelenggu.

Rasa bosan yang muncul akibat keberulangan kegiatan yang kita lakukan adalah suatu hal yang wajar. Tapi yang harus kita lakukan bukanlah mengeluh. Melainkan harus mengubah kebosanan itu menjadi suatu kebahagiaan.

Kebosanan ini juga ditimbulkan oleh hilangnya semangat dalam mengerjakan sesuatu. Kebosanan timbul akibat kurang kokohnya passion kita. Juga karena kita tidak memiliki alasan dan tujuan yang jelas terhadap apa yang kita lakukan.

Jika saja seorang guru passionnya adalah untuk mengubah Indonesia dengan mendidik para muridnya, maka ia akan mengajar dengan hati. Jika seorang apoteker ingin membantu rakyat yang berekonomi lemah, maka dia takkan memberikan obat mahal yang mutunya sama dengan obat murah. Dan jika seorang pengusaha memiliki passion untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan mengurangi pengangguran di Indonesia, maka betapa mulianya niat mereka.

Mohandas Ali pernah berkata, “Kebahagiaan tergantung pada apa yang dapat kita berikan, bukan pada apa yang kita peroleh”

Kita pasti setuju dengan kalimat ini. Karena jika kita memberikan sesuatu kepada orang lain, baik itu materi ataupun hanya sikap yang baik kepada orang lain maka itu akan menimbulkan ketenangan di dalam hati.

Seperti yang disabdakan oleh Rasulullah SAW, “Apabila kamu tidak bisa berbuat kebaikan kepada orang lain dengan kekayaanmu, maka berilah mereka kebaikan dengan wajahmu yang berseri seri, disertai akhlak yang mulia”

Jadi orang berbahagia bukanlah karena ia tinggal di rumah mewah, melainkan karena setiap tindakan sederhana penuh makna yang mereka cipta. Bahkan hal sederhana yang dapat dan paling mudah kita lakukan untuk membahagiakan orang lain adalah tersenyum. Dan kita sama-sama tahu bahwa setiap senyum yang kita berikan kepada sesama manusia akan menambah jumlah tabungan pahala kita. Bukankah tersenyum itu termasuk sedekah?

Jika kita berhasil membuat manusia lain bahagia dan kita berhasil mengukir senyum di wajah manusia lainnya, bukankah bahagia itu juga merasuki dada kita?

Jikalau memang begitu, berarti kita sepaham dengan Thomas hardy. Katanya, “Kebahagiaan itu seperti pelangi, tidak pernah berada di atas kepala kita sendiri, tetapi selalu berada di atas kepala orang lain.”

Jadi jika kita hari ini belum bahagia terhadap apa yang kita lakukan, itu menandakan kita belum benar-benar melakukan kebaikan dalam setiap tindakan yang kita kerjakan. Kebahagiaan itu takkan muncul jika kita tak membahagiakan orang sekitar. Oleh karena itu, apapun yang kita lakukan, mari kita tetapkan tujuan kita dengan jelas. Mari kita pikirkan, apa tujuan semua tindakan yang telah kita lakukan. Jika semua tujuan itu bermuara pada kebaikan, Insya Allah. ketidaksenangan dan rasa bosan yang menghampiri kita dalam keseharian akan sirna, berganti dengan semangat juang penuh harapan.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 9,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Sri Wahyuni
Pengamat pendidikan dan Guru Muda SGI V Dompet Dhuafa (http://www.sekolahguruindonesia.net/). Saat ini penulis ditempatkan di Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Lihat Juga

Memperingati 67 Tahun Nakbah Palestina