Home / Berita / Internasional / Asia / Malaysia “Diserbu” Ngengat Raksasa

Malaysia “Diserbu” Ngengat Raksasa

Bentangan sayap ngengat Lyssa Zampa bisa mencapai 16 sentimeter. (bbc.co.uk)
Bentangan sayap ngengat Lyssa Zampa bisa mencapai 16 sentimeter. (bbc.co.uk)

dakwatuna.comKawanan ngengat raksasa menyerbu Malaysia, masuk ke rumah-rumah bahkan mengganggu pertandingan sepak bola nasional.

Ribuan serangga dengan lebar sayap mencapai 16 sentimeter ini mengganggu pertandingan semifinal di Stadion Darul Makmur, di Kuantan, Pahang, pekan lalu.

Ngengat-ngengat ini juga dilaporkan terlihat di negara tetangga Singapura bulan lalu, demikian seperti diberitakan situs BBC Indonesia, Rabu (11/6/2014).

Ngengat raksasa ini juga dilaporkan terlihat di Singapura bulan lalu. (bbc.co.uk / AP)
Ngengat raksasa ini juga dilaporkan terlihat di Singapura bulan lalu. (bbc.co.uk / AP)

Ngengat tropis Lyssa Zampa tersebut memang berasal dari Asia Tenggara.

Pakar Biologi N Sivasothi mengatakan serbuan ngengat-ngengat raksasa ini sebenarnya bukan fenomena baru, yang berbeda adalah jumlah kali ini sepertinya muncul bersamaan dalam jumlah besar.

“Ngengat-ngengat ini muncul juga di bulan-bulan lain dalam jumlah yang jauh lebih kecil, sehingga orang-orang tidak terlalu memperhatikan,” kata Sivasothi.

Ia menambahkan binatang-binatang ini biasanya muncul antara bulan April hingga Agustus setiap tahun.

Banyak orang yang melaporkan telah melihat ngengat beristirahat di bangunan. (bbc.co.uk / Ng Jie Ying)
Banyak orang yang melaporkan telah melihat ngengat beristirahat di bangunan. (bbc.co.uk / Ng Jie Ying)
Meskipun tidak berbahaya bagi banyak orang, orang yang menderita asma mungkin sensitif terhadap bulu-bulu halus pada ngengat. (bbc.co.uk / Natalie Miller)
Meskipun tidak berbahaya bagi banyak orang, orang yang menderita asma mungkin sensitif terhadap bulu-bulu halus pada ngengat. (bbc.co.uk / Natalie Miller)

Anuj Jain, seorang ahli ekologi, mengatakan serangga ini memanfaatkan cahaya sebagai navigasi.

“Dalam upaya mencari mangsa berupa tanaman, ngengat ini menggunakan cahaya sebagai panduan sehingga mereka cenderung ke kawasan perumahan karena kawasan ini biasanya lebih terang,” urai Jain.

Para ilmuwan mengatakan secara umum binatang ini tidak mengancam manusia, kecuali bagi para penderita asma yang mungkin terganggu dengan bulu-bulu halus yang ada di bagian sayap. (dakwatuna/hdn)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (14 votes, average: 7,21 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Lihat Juga

(Foto) FOKMA Perak Malaysia Gelar Sanlat Bertema “Mengenali Diri tuk Lebih Dekat dengan Ilahi”