Home / Berita / Internasional / Amerika / Tentara Amerika Ini Dibebaskan Thaliban, Kenapa Rekan-rekannya Malah Kecewa?

Tentara Amerika Ini Dibebaskan Thaliban, Kenapa Rekan-rekannya Malah Kecewa?

Bowe Bergdahl (dailymail.co.uk)
Bowe Bergdahl (dailymail.co.uk)

dakwatuna.com – Kabul. Saat ini terjadi polemik terkait pembebasan Sersan Bowe Bergdahl yang ditukar dengan lima orang tahanan Thaliban.di Guantanamo, 31 Mei yang lalu.

Beberapa orang tentara rekan Bergdahl menyatakan menolak dilakukannya transaksi pertukaran antara Amerika Seritan dan Thaliban. Karena menurut mereka, Bergdahl tidak layak untuk hal itu.

Dalam sebuah blognya, salah satu rekan Bergdahl menulis, “Berita tentang pertukaran antara anak kecil ini dan lima orang tahanan Guantanamo benar-benar memuakkan. Bergdahl tidak berhak untuk dengan tawanan siapapun, apalagi dengan lima orang paling berbahaya. Para delegasi pertukaran sudah jatuh dalam perangkap ancaman untuk membunuh anak kecil ini.”

Dia juga menulis, “Transaksi itu adalah tamparan bagi setiap warga Amerika. Karena Bergdahl adalah seorang pengkhianat. Dia telah meninggalkan posnya untuk jalan-jalan di pegunungan Afghanistan. Pada akhirnya dia masuk Islam dan bergabung dengan Thaliban. Dia bahkan menyebabkan kita kehilangan beberapa tentara dalam rangka mencari dan membebaskannya.”

Menurut penuturan rekan-rekannya, Bergdahl meninggalkan posnya di timur Afganistan. Tapi ketika keluar, dia membawa kamera digitalnya, buku hariannya, pisau, dan air. Tak lama kemudian dia ditangkap oleh pasukan Thaliban. Pasukan Amerika pun kemudian mencarinya, hingga ada beberapa tentara yang tewas dalam upaya membebaskannya. Ada enam orang yang meninggal dalam jangka waktu tiga pekan.

Begitu sampai di Afghanistan, Bergdahl memang terlihat lebih akrab dengan warga Afghanistan daripada dengan tentara Amerika sendiri. Dalam sebuah surat yang dikirimkan kepada orang tuanya, Bergdahl sempat mengatakan bahwa perang melawan Afghanistan adalah sebuah perang yang dia-sia.

Saat ini, setelah Bergdahl dilepaskan dan pulang ke keluarganya, rekan-rekannya mulai menyerangnya. Salah satu dari mereka mengatakan di CNN, “Dia keluar sendirian. Tidak ada satupun yang tahu apakah dia seorang pengkhianat, desersi, atau diculik. Yang kita tahu, dia dikirim adalah untuk melindungi Amerika, ternyata dia malah mengkhianatinya, dan pergi untuk urusannya sendiri. Sungguh tidak bisa dicerna kenapa orang seperti ini ditukar dengan lima orang tahanan berbahaya di Guantanamo. (msa/dakwatuna/islamion)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (9 votes, average: 8,56 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

Donald Trump dan Hillary Clinton. (aljazeera)

Faktor Kemenangan Trump Yang Mengejutkan*