Home / Berita / Internasional / Afrika / Aktivis HAM: Rezim Militer Jadikan Ratusan Penjara Rahasia Sebagai Barak Penyiksaan

Aktivis HAM: Rezim Militer Jadikan Ratusan Penjara Rahasia Sebagai Barak Penyiksaan

Perlakuan tidak manusiawi polisi Mesir terhadap warga sipil (shorouknews)
Perlakuan tidak manusiawi polisi Mesir terhadap warga sipil (shorouknews)

dakwatuna.com – Mesir. Aktivis HAM Mesir dan pakar psikologi di Pusat Rehabilitasi Korban Penyiksaan Aparat, Dr. Aida Saif Ad-Daulah, menyatakan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi 50 tragedi pembunuhan aktivis penentang kudeta militer sejak peristiwa kudeta pada 3 Juli 2013 lalu.

Selain itu, pihaknya juga mendapatkan data dari sumber yang dipercaya bahwa terdapat ratusan penjara rahasia di Mesir yang dibangun untuk menyiksa warga sipil yang menentang rezim Mubarak, dan hal itu dihidupkan kembali oleh rezim kudeta saat ini.

Lebih lanjut, Dr. Aida menegaskan bahwa penyiksaan aktivis yang berhasil dipublikasikan media selama ini hanya 1% dari ribuan aksi penyiksaan yang dilakukan selama ini yang tidak dapat dilacak karena ditutup rapat-rapat oleh aparat polisi dan militer.

Selain di penjara-penjara rahasia, aksi penyiksaan tersebut dilakukan juga di penjara-penjara umum yang berjumlah 42 penjara.

Di antara penjara umum yang terkenal dengan aksi penyiksaan oleh aparat adalah Penjara Qism Awal Nasr City, Penjara Qism Tsani Nasr City, Penjara Qism Awal Asyut, Penjara Kepolisian Alexandria, kantor pusat intelijen, dan penjara-penjara militer. (islammemo/rem/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Rio Erismen
Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo dan Institut Riset dan Studi Arab Cairo.

Lihat Juga

Anak 3 Tahun Menembak Orang Tuanya di Amerika Serikat