Home / Berita / Daerah / Talkshow dan Khataman Quran bersama ODOJ di Bandung Islamic Book Fair 2014

Talkshow dan Khataman Quran bersama ODOJ di Bandung Islamic Book Fair 2014

Talkshow ODOJ di Bandung Islamic Book Fair 2014, Rabu (7/5) - Foto: Roni Ramdan/ODOJ
Talkshow ODOJ di Bandung Islamic Book Fair 2014, Rabu (7/5) – Foto: Roni Ramdan/ODOJ

dakwatuna.com – Bandung.  Suasana di panggung acara Bandung Islamic Book Fair 2014, pada Rabu sore, 7 Mei lalu terbalut dengan suasana kequranan, karena saat itu hadir Komunitas One Day One Juz (ODOJ) yang mengisi acara dengan mengenalkan komunitasnya kepada audience, serta mengajak audience untuk khataman quran bersama.

Dalam kesempatan tersebut, koordinator ODOJ Bandung, Rangga Wibawa, menjadi pembicara yang ditemani oleh salah seorang ODOJer, Ade, sebagai pembawa acaranya. Dari obrolan tersebut, diketahui bahwa ODOJ saat ini beranggotakan 95 ribu member, yang terbagi ke dalam lebih dari 3 ribuan grup. Setiap grup terdiri dari 30 orang, yang setiap harinya membaca satu juz. Dengan demikian satu grup mengkhatamkan Al Quran setiap harinya.

Rangga menuturkan, banyak metode tilawah yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan pembacaan Al Quran satu hari satu juz.

“Misalnya setengah juz selesai shalat subuh dan setengahnya lagi ba’da Zhuhur. Bisa juga dengan metode 2 x 5, yaitu dua lembar setelah selesai shalat fardhu. Ada juga metode serangan fajar, menyelesaikan satu juz setelah selesai shalat subuh. Ada juga yang diakhir waktu Isya atau pada saat qiyamullail,” tutur pria berkacamata tersebut. “Tapi, apapun metode yang dipakai, itu kembali kepada diri masing-masing, karena yang paling penting adalah niatnya untuk istiqamah membaca satu hari satu juz,” tandasnya.

Sementara itu, Ade yang terdaftar di grup 97 mengatakan dengan adanya ODOJ, ia merasa terbantu dalam membaca Al Quran. “Berjamaah lebih baik. Ada yang mengingatkan, ada semangat lebih. Dengan hadirnya ODOJ, menjadi lebih terjaga bacaannya,” ujar Ade.

Mengenai laporan yang harus disampaikan setiap kali selesai membaca satu juz, menurut Rangga, bukan bertujuan untuk riya, melainkan sebagai motivasi, sehingga diharapkan makin terpacu.

Untuk bisa membaca satu juz satu hari memang tidak mudah, karena kadar keimanan seseorang bisa naik turun setiap saat. “Karena itu komitmen harus benar-benar dilaksanakan” tandasnya.

Ade menambahkan, ada tiga cara yang bisa dilakukan untuk bisa mewujudkan komitmen tersebut, Pertama, mencari tahu dulu mengenai keutamaan mengaji, “Semakin banyak dibaca kebaikannya semakin banyak”.

Kedua, cari lingkungan atau habitat yang suka mengaji cari lingkungannya. “Menurut saya, ODOJ adalah habitat yang pantas. Kalau sendiri susah, biasanya motivasinya kurang. Kalau di ODOJ ada yang mengingatkan,” tuturnya.

Ketiga, lakukan. “Walaupun belum bisa, nanti juga jadi hal yang biasa”.

Selain melalui WhatsApp, pelaporan ODOJer yang sudah selesai membaca satu juz satu hari bisa dilakukan melalui BBM juga SMS.

“Buat yang mau gabung, bisa daftar dengan mengetik daftar odoj, nama, usia, domisili dan nomor ponsel, kirim ke 0852 000 11111,” pungkas Rangga.  (roni ramdan/sbb/dakwatuna)

 

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Talkshow Parenting: “Tentukan Sikap Kita Terhadap Penyimpangan Seksual (LGBT)”