Home / Berita / Nasional / Pesan Terakhir Renggo Khadafi: Ikhlas ya Mih… Renggo sayang Mamih

Pesan Terakhir Renggo Khadafi: Ikhlas ya Mih… Renggo sayang Mamih

Renggo Khadafi pelajar SDN Makasar 09 Pagi, Jakarta Timur yang diduga meninggal karena dianiyaya kakak kelasnya - (foto: tribunnews.com)
Renggo Khadafi pelajar SDN Makasar 09 Pagi, Jakarta Timur yang diduga meninggal karena dianiyaya kakak kelasnya – (foto: tribunnews.com)

dakwatuna.com – Jakarta. Kematian Renggo Khadafi (11), pelajar SDN Makasar 09 Pagi, Jakarta Timur, yang diduga tewas dianiaya oleh kakak kelasnya, Sy (13), menyisakan duka mendalam bagi Yessi Puspa Dewi (31), kakak tiri sekaligus pengasuh Renggo.

Yessi merasa sangat kehilangan saat Renggo menghembuskan napas terakhir di depan matanya. Mungkin kejadian itu tidak akan pernah dilupakannya.

Saat itu, Minggu (4/5/2014) pukul 00.30, Renggo dirawat di rumahnya. Luka di wajah dan sekujur tubuhnya tampak jelas sekali.

Saat dirawat oleh Yessy, Renggo masih sempat mengucapkan kata-kata harapan sekaligus menjadi pesan terakhirnya.

Ikhlas ya Mih… Renggo sayang Mamih… tapi Sy jangan dipenjara ya Mih, kasihan Mih…,” kata Yessy, menirukan kata-kata Renggo, saat ditemui dilontarkannya, Gang Raban RT 05/05, Kelurahan Halim, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Senin (5/5/2014) sore.

Dengan mata sembabnya, Yessy menceritakan, setelah bertutur kata seperti itu, tiba-tiba Renggo mengalami kejang-kejang. Lalu, dari mulutnya keluar darah segar.

“Saya panik, saya panggil saudara semua yang dekat rumah. Kami bawa ke RS Polri, tapi nyawanya sudah enggak tertolong. Renggo sudah enggak ada sekarang. Enggak ada lagi yang nememin saya di rumah. Enggak nyangka, kalau itu jadi kata-kata terakhirnya,” ujar Yessy, dengan air mata berlinang.

Menurut Yessy, Renggo merupakan anak yang baik. Bahkan, di tempat tinggalnya dia sangat disukai para tetangganya.

Diasuh

Renggo tinggal bersama Yessy sejak usia dua tahun. Saat itu, ibunya, Entin Sukartini, meninggal karena sakit. Anak bungsu dari tiga bersaudara itu hanya tinggal berdua dengan ayahnya, Yurnalis (60).

“Karena saya dan suami saya sudah sembilan tahun enggak punya anak, akhirnya Renggo kami asuh. Dia sudah seperti anak kami sendiri,” tuturnya.

Mereka tinggal bersama di sebuah rumah kontrakan berukuran 3 x 4 meter. Yessy dan suaminya yang seorang anggota TNI mengaku bahagia dengan kehadiran Renggo. (kompas/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (25 votes, average: 8,48 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • Armanto Anto

    yaa…Allah berilah ketenamgan dn kebahagian pd adik ini d sisi Mu.dn berilah ketabahan pd keluarga yang d tinggal kn ny.Aamiin….

Lihat Juga

Dr. Salman Audah, dai ternama asal Arab Saudi. (islamtoday.net)

Pesan Syaikh Salman Audah Kepada Para Pejuang di Suriah