Home / Berita / Internasional / Afrika / Pengungsi Afrika Tengah Butuh Tikar, Selimut dan Makanan

Pengungsi Afrika Tengah Butuh Tikar, Selimut dan Makanan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Kondisi pengungsi Afrika Tengah - (foto: PKPU)
Kondisi pengungsi Afrika Tengah – (foto: PKPU)

dakwatuna.comMisi  kemanusiaan lembaga kemanusiaan PKPU mendatangi ke sejumlah titik di sepanjang perbatasan Kamerun dan Republik Afrika Tengah. Selain bantuan makanan, tim juga melakukan diskusi langsung dengan pengungsi.

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah wilayah administrasi Kota Kentjou Kamerun di perbatasan Afrika Tengah. Terdapat dua  kamp pengungsian terbesar yang dikunjungi dari beberapa titik pengungsian yang ada yaitu Pusat Kota sebanyak 2.000 orang dan kamp wilayah barat sebanyak 9.000 orang.

Untuk kamp wilayah barat sebagian besar sudah terdaftar sebagai pengungsi dibawah badan urusan pengungsi PBB.

Kasim Abdurrazak Wakil Kepala Kamp pengungsi wilayah barat menuturkan bahwa penghuni kamp sudah meninggalkan negaranya Afrika tengah sejak dua bulan lalu.

“Arus pengungsi terus mengalir untuk menyelamatkan diri. Beberapa anggota keluarga yang menuju lokasi pengungsian meninggal di wilayah hukum Kamerun karena terbunuh oleh serangan kelompok Anti Balaka. Kami sudah jauh meninggalkan tanah afrika Tengah namun keselamatan kami tidak terjamin oleh karena terus mendapat serangan dan pengejaran,” katanya.

Di pengungsian, lebih baik walaupun serba kekurangan dan dihantui kelaparan setiap hari. “Kami butuh alas tikar, selimut dan makanan. Setiap hari penghuni di kamp ini ada yang meninggal karena sakit dan kelaparan,” kata  pria yang berprofesi sebagai montir itu.

Ia mengaku tidak yakin akan bisa balik ke Afrika Tengah karena ancaman dan penyerangan kian hari semakin tinggi. Walau demikian iya berharap di lokasi pengungsian ini segalanya berharap lebih baik. Selain makanan mereka juga butuh pendidikan untuk anak-anak mereka dan pelayanan kesehatan.

Sebagaimana diinformasikan sebelumnya, tim PKPU memutuskan bantuan tahap awal dilakukan di Kamerun. Titik yang dituju adalah Kota Kentjou dimana lokasi ini memiliki tidak kurang dari 15 ribu pengungsi.

Menggunakan mobil, tim membutuhkan waktu 32 jam dari Kota Bisnis Douala untuk menjangkau kota yang berpenduduk sekitar 30 ribu orang ini.  Jarak kota Kentjou ke perbatasan Afrika tengah masih sejauh 50 km.

Tim kemanusiaan PKPU dan mitra lokal terlebih dahulu menetap sehari untuk memasuki wilayah pengungsi dan memudahkan waktu dan jarak jangkauan akses ke lokasi pengungsian.(kis/pkpu)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Sukismo

Lihat Juga

Prosmiling (Program Kesehatan Masyarakat Keliling) di Desa Pasarean Kecamatan Pamijahan, Kampung Sindang Asih, Bogor, Ahad (13/11/2016). (Dita/Putri/PKPU)

HAI UEA – PKPU Berikan Layanan Kesehatan Gratis di Kampung Sindang Asih Bogor

Organization