Home / Berita / Nasional / Alhamdulillah, Kisruh di Tubuh PPP Berakhir Damai

Alhamdulillah, Kisruh di Tubuh PPP Berakhir Damai

Ketua Partai Persatuan Pembangunan Suryadharma Ali (kiri) mencium tangan Ketua Majelis Syariah KH Maimun Zubair (kanan) usai melakukan konferensi pers di Kantor DPP PPP, Jakarta, Selasa (22/4/2014). - (Foto: tribunenews.com)
Ketua Partai Persatuan Pembangunan Suryadharma Ali (kiri) mencium tangan Ketua Majelis Syariah KH Maimun Zubair (kanan) usai melakukan konferensi pers di Kantor DPP PPP, Jakarta, Selasa (22/4/2014). – (Foto: tribunenews.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  Kubu Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali dan Sekretaris Jenderal DPP PPP Romahurmuziy alias Romy telah mencapai kesepakatan untuk berdamai (islah). Kesepakatan tersebut diambil setelah kedua belah kubu mengadakan pertemuan yang dipimpin oleh Ketua Majelis Syariah DPP KH Maemoen Zubair, Selasa (22/4/2014) malam.

“Setelah sekian kali seruan saya sejak pekan lalu untuk terjadinya islah, alhamdulilah semalam telah terjadi pertemuan islah di Hotel Parklane, Jakarta sekitar jam 21.00-23.30,” kata Romy melalui pernyataan pers yang dikutip dari Kompas.com, Rabu (23/4/2014).

Menurut Romy, dalam pertemuan tersebut, KH Maemoen membacakan kembali fatwanya yang sebelumnya telah dibacakan dalam rapat pleno kubu Suryadharma. Fatwa tersebut, di antaranya, memerintahkan kedua belah pihak untuk berdamai serta mengembalikan jabatan para petinggi PPP seperti semula.

Setelah drama politik PPP terjadi, Suryadharma sempat memecat Waketum, Sekjen, dan beberapa Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PPP. Sementara kubu Romy sempat memutuskan untuk memberhentikan sementara Suryadharma dari jabatannya sebagai Ketum.

Selain itu, fatwa juga menyebut hingga saat ini tidak ada koalisi dengan partai mana pun, termasuk Partai Gerindra, yang sebelumnya sudah mendapat dukungan dari kubu Suryadharma.

“Fatwa yang disampaikan Mbah Moen dibacakan kembali, kemudian masing-masing yang hadir ditanyakan sikapnya. Alhamdulilah semua menerimanya. Bagi saya, karena PPP didirikan oleh para ulama dan Mbah Moen adalah ulama partai yang tertinggi, tidak ada kata lain kecuali sam’an wa tho’atan, saya dengar dan saya patuhi,” lanjut Romy.

Nantinya, kata dia, Suryadharma tinggal mengadakan islah lanjutan dengan para ketua DPW seluruh Indonesia. Islah tersebut akan dilakukan pada mukernas siang ini.

“Demikian, teriring permohonan maaf bahwa perbedaan pendapat yang sangat tajam di tubuh PPP telah menyita ruang publik sedemikian lama. Terima kasih atas seluruh harapan dan doa karena akhirnya islah ini tercapai jua,” tutup Romy.

Konflik dalam PPP berawal ketika Suryadharma secara sepihak menghadiri kampanye akbar Partai Gerindra di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, dalam masa kampanye Pemilu Legislatif 2014 pada Minggu (23/4/2014). Suryadharma juga menyatakan dukungannya terhadap Prabowo Subianto sebagai calon presiden.

Pengurus lain di PPP menilai tindakan Suryadharma itu menyalahi hasil Mukernas III PPP. Mukernas yang diadakan di Bandung tersebut memutuskan bahwa PPP akan menjalin komunikasi politik dengan delapan bakal capres yang ada. Dari delapan nama itu, tidak ada nama Prabowo, bakal calon presiden dari Partai Gerindra. (sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Logo Al-Jam'iyah Al-Washliyah (Arsip JW)

Al Washliyah Sesalkan Pernyataan Presiden yang Nyatakan Aksi Damai Ditunggangi Aktor Politik