Home / Berita / Nasional / Si Kecil Mengalami Pelecehan Seksual? Kenali Tanda-Tandannya

Si Kecil Mengalami Pelecehan Seksual? Kenali Tanda-Tandannya

Waspadai perubaha prilaku pada anak (ilustrasi) - (Foto: worl-in-news.com)
Waspadai perubaha prilaku pada anak (ilustrasi) – (Foto: worl-in-news.com)

dakwatuna.comKasus pelecehan seksual  anak di bawah umur yang baru-baru ini terjadi di Jakarta, tak ayal membuat segenap orangtua jadi was-was dan waspada. Alhasil, pikiran menjadi bercabang-cabang memikirkan keselamatan anak dan cara melindungi terbaik seperti apa untuk si kecil.

Bagaimana tidak, di tempat yang seharusnya sang buah hati memperoleh kenyamanan dan keamanan ternyata bahaya besar justru mengintai mereka.

Bagaimana mendeteksi sang buah hati yang mengalami pelecehan seksual? berikut ini adalah uraian mengenai peralihan perilaku anak dan tanda fisik pada anak yang menjadi korban pelecehan seksual:

1. Perubahan perilaku
Tidak sedikit anak yang takut dan ragu-ragu untuk memberitahu orangtua ketika mereka mengalami kekerasan seksual. Namun sebenarnya, orangtua bisa mengamati dari polah dan perilaku anak sehari-hari.

Nah, beberapa perubahan sikap yang mengindikasikan si kecil  mengalami kekerasan seksual, di antaranya adalah semangat ke sekolah tiba-tiba berubah menjadi rasa malas dan cenderung takut, penurunan prestasi sekolah, selalu merasa bersalah, dan menarik diri dari teman-temannya. Pada beberapa kasus, anak menunjukkan sikap lebih agresif  dibanding sebelumnya.

Kemudian, perubahan psikis lainnya adalah bertingkah lebih manja dan semakin kekanak-kanakan, seperti misalnya menghisap jempol, sering mengompol, takut gelap, dan mimpi buruk sambil berteriak-teriak.

Selain itu, jangan luput untuk memeriksa kondisi fisik anak. Sebab, dampak nyata dari pelecehan seksual pastinya meninggalkan “jejak” pada tubuh anak. Ketika anak mengeluh sakit secara fisik, apalagi di area tubuh intim mereka, jangan sesekali Anda menghiraukannya, segera bertindak dan periksa anak ke dokter!

2. Perhatikan tanda-tanda fisik
Seperti yang diuraikan di atas, bahwa tanda-tanda fisik adalah dampak nyata yang tidak kasat mata. Meskipun begitu, tidak sedikit anak yang menutupi tanda-tanda kekerasan seksual pada tubuh, karena takut dan tidak nyaman untuk menjelaskannya.

Maka dari itu, para orangtua harus memperhatikan kondisi fisik anak sehingga saat ada perubahan fisik yang tak normal, bisa segera terdeteksi. Tanda paling jelas dan akurat adalah ketika saat anak buang air kecil, keluar cairan atau darah dari alat kelaminnya. Selain itu, cidera dan memar di sekitar kelamin juga merupakan tanda fisik nyata telah terjadinya kekerasan seksual pada anak. Selain itu, perhatikan juga jika pergerakan tubuhnya saat sedang duduk dan berjalan, apakah terlihat aneh dan ganjil.

3. Percaya pada naluri keibuan Anda
Jika Anda curiga si kecil mengalami kekerasan seksual, coba perhatikan kata-kata yang keluar dari mulutnya. Bisa jadi dia ingin mengatakannya pada Anda, tetapi takut, gugup, dan khawatir akan reaksi Anda. Intinya, dengarkan kata hati Anda, sebab naluri seorang ibu nyaris jarang keliru. Ajak anak bicara dengan tenang dan santai, berikan perhatikan lebih dengan menyediakan camilan favoritnya. Kondisi yang kondusif membuat anak jadi lebih mudah bercerita, lebih terbuka, dan yang paling penting merasa aman di dekat Anda.

(kompas/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (12 votes, average: 7,67 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

anak-di-rusia-bicara-7-bahasa

(Video) Luar Biasa, Anak Kecil Ini Mampu Bicara Dengan 7 Bahasa