Home / Berita / Internasional / Amerika / Demi Selamatkan Bayinya, Ibu ini Rela Korbankan Nyawa

Demi Selamatkan Bayinya, Ibu ini Rela Korbankan Nyawa

Elizabeth Joice dan bayinya - (Foto: CNN)
Elizabeth Joice dan bayinya – (Foto: CNN)

dakwatuna.com – Jakarta.  Seperti pria lain, Max Joice bahagia luar biasa saat mendapati sang istri, Elizabeth Joice hamil anak pertama mereka. Apalagi, sebelumnya dokter spesialis kesuburan mengatakan pada Max bahwa sang istri tak akan pernah bisa hamil.

Sebab di tahun 2010, Liz, begitu Elizabeth biasa disapa, menjalani kemoterapi karena sarkoma (jenis kanker langka dan jarang terjadi pada manusia) yang dialaminya. Namun, kebahagiaan itu perlahan sirna karena kanker kembali muncul saat usia kandungan Liz satu bulan.

Ahli bedah pun mengangkat tumor di punggung Liz. Tapi, ia tetap memerlukan scan MRI untuk mengetahui apakah sel kanker sudah menyebar di tubuhnya. Namun, pewarna kontras pada MRI beresiko menghambat perkembangan janin. Sehingga, Liz pun harus memilih mengakhiri kehamilannya atau melanjutkan kehamilan tanpa mengetahui status kankernya.

“Kami merasa jika kehamilan sengaja dihentikan dan scan dilakukan tapi ternyata tidak ada bukti kanker menyebar sama saja kami membuang kesempatan memiliki anak dengan cara alami,” tutur Max seperti dikutip dari CNN, Jumat (4/4/2014).

Bulan Januari, Liz mengalami kesulitan bernafas. Setelah melakukan pemeriksaan X-ray, ditemukan tumor di paru-paru Liz. Akibatnya, wanita berusia 36 tahun ini harus melahirkan enam minggu lebih awal lewat operasi caesar.

Setelah melahirkan, dokter menemukan kanker sudah menyebar ke jantung, perut, dan pinggul Liz. Diakui Max, kondisi istrinya saat itu semakin memburuk. Tapi, mereka berdua berusaha menikmati momen-momen merawat si kecil Lily Joice yang lahir tepat pada tanggal 23 Januari. Tanggal 9 Maret, Liz menghembuskan napas terakhirnya di rumah sakit.

“Dia sangat optimis dan begitu kuat dalam menghadapi penyakit yang dialaminya. Dia rela mengorbankan dirinya untuk melahirkan putri kami ke dunia ini,” kata Max. (detik/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (14 votes, average: 9,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Korban tewas selama revolusi Suriah berlangsung. (Islammemo.cc)

Sepanjang Revolusi Suriah Berlangsung, 290.000 Orang Tewas, Diantaranya 85.000 Sipil