Home / Berita / Daerah / MES Jabar Kembangkan Pariwisata Syariah

MES Jabar Kembangkan Pariwisata Syariah

Jajaran Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dr. Sapta Nirwandar, Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah Jawa Barat Dr. Zaenal Aripin, Sekretaris Panitia Pelaksana Seminar Nasional Pariwisata Syariah Helma Agustiawan, Ketua Panitia D. Mayangsari, Wakil Ketua Panitia Arijanie. Foto: MES Jabar
Jajaran Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dr. Sapta Nirwandar, Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah Jawa Barat Dr. Zaenal Aripin, Sekretaris Panitia Pelaksana Seminar Nasional Pariwisata Syariah Helma Agustiawan, Ketua Panitia D. Mayangsari, Wakil Ketua Panitia Arijanie. Foto: MES Jabar

dakwatuna.com – Jabar.  Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jawa Barat pagi tadi bertemu dengan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dr. Sapta Nirwandar untuk membahas tentang pariwisata syariah.

Ketua Umum MES Jabar Dr. Zaenal Aripin mengungkapkan bahwa ekonomi syariah itu tidak hanya bank, sektor pariwisata pun masuk dalam bagian karena didalamnya terdapat potensi ekonomi yang sangat besar, oleh karena itu MES Jabar menganggap sangat penting untuk mensosialisasikan kepada para pemangku kepentingan untuk mengetahui dan sama-sama berkomitmen melaksanakan konsep pariwisata syariah.

Hal tersebut diamini oleh Wakil Menteri Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif, bahkan menurutnya potensi  pariwisata syariah itu sangat besar. Menurut Sapta Nirwandar jumlah umat muslim di dunia adalah 1,6 Miliar dari jumlah total populasi dunia yang jumlahnya 6,8 Miliar.

Dari jumlah yang kurang lebih 25% itu memiliki pengaruh dalam bidang ekonomi, diantaranya adalah sektor industri makanan dengan sistem halal food, industri keuangan dan asuransi, kosmetik dan obat-obatan, traveller, dan pakaian termasuk didalamnya fashion design. Beliau akan menjelaskan secara detail di saat Seminar Nasional Pariwisata Syariah yang akan diadakan oleh MES Jabar pada tanggal 27 Maret 2014 di Gd. Bank Indonesia Jl. Braga Bandung.

Menurut Sapta Nirwandar tahun 2018 diprediksi kontribusi halal food mencapai $ 1,6 Triliun. Ada salah satu contoh yang menarik, di Melbourne ada salah satu rumah makan cepat saji asal negeri Paman Sam yang konsumennya bertambah 50% setelah mereka mendapatkan sertifikasi Halal.

Oleh karena itu pariwisata syariah dengan turunannya mulai dari hotel, restoran, biro perjalanan hingga ke pemandu wisata yang bersertifikasi ke depan harus terus didorong dan disiapkan agar kita bisa menjadi tujuan wisata yang dapat menawarkan nilai-nilai syariah dimana nilai-nilai itu saat ini sangat disukai oleh banyak orang, dan begitulah seharusnya yang ditunjukkan oleh Islam. (infoanyar/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 8,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Ilustrasi. (visokoin.com)

Ibadah Puluhan Tahun yang Sia-Sia