Home / Berita / Nasional / Keberagaman Caleg PKB

Keberagaman Caleg PKB

Logo Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). (inet)
Logo Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). (inet)

dakwatuna.comPenurunan jumlah suara yang terjadi di Pemilu 2009 memberi lecutan bagi Partai Kebangkitan Bangsa untuk berbenah. Memasang calon legislator beragam dari artis, pemuda, perempuan, dan dekat dengan daerah pemilihannya adalah usaha partai ini.

Upaya mengusung program keberagaman dan religi pernah melambungkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Pemilu 1999 dan 2004. Partai yang lahir dari kalangan Nahdlatul Ulama ini berusaha mengejar masa emasnya kembali dengan merekrut calon anggota legislatif (caleg)-nya dari beragam latar belakang. Salah satunya dari kalangan artis.

Jawa masih jadi tumpuan harapan PKB mendulang suara. Pemilu 2009, caleg PKB dari Jabar paling sedikit jumlahnya yang meraih kursi DPR. Padahal, calon pemilih di provinsi tersebut terbanyak kedua setelah Jatim. Tak heran, PKB menyebar banyak caleg pesohor di Jabar. Caleg dari kalangan ini umumnya ditempatkan di nomor jadi, yaitu nomor urut 1 hingga 3.

Selain artis, segmen yang dibidik berasal dari kalangan perempuan. Dari 558 caleg yang disiapkan untuk DPR pusat, sekitar 37 persen perempuan. Dibandingkan dengan lima tahun lalu, jumlah itu meningkat mendekati 3 persen. Jika dirata-rata, satu di antara tiga caleg PKB adalah perempuan. Jumlah ini melebihi proporsi caleg perempuan untuk DPR pusat dari semua partai sebesar 34,6 persen.

Latar usia caleg juga jadi bidikan PKB. Sekitar 12 persen caleg muda PKB yang berusia di bawah 30 tahun mayoritas adalah perempuan. Hanya ada delapan caleg laki-laki di kelompok umur tersebut. Sementara itu, caleg termuda, yaitu Deddy Hasanudin dari daerah pemilihan (dapil) Jabar II, berumur 20 tahun saat mendaftarkan diri.

Sebaliknya, jumlah caleg yang berusia minimal 51 tahun bertambah 5 persen. Caleg tertua PKB tercatat berumur 69 tahun, yaitu Zulkarnain. Konsultan bidang manajemen dan organisasi sumber daya manusia ini menjadi caleg dapil DKI Jakarta I.

PKB juga memberi ruang bagi caleg lokal. Berdasarkan domisili, lebih dari 58 persen caleg PKB berasal dari provinsi tempat yang bersangkutan terdaftar. Selebihnya caleg berasal dari luar dapil. Umumnya, caleg yang bukan asli dapil justru menempati nomor urut atas. Pola ini untuk lebih memberikan kesempatan bagi orang lokal.

Latar belakang

Kali ini komposisi latar belakang pekerjaan pun berubah. Caleg PKB lebih beragam dibandingkan dengan lima tahun sebelumnya. Beberapa caleg tercatat berkiprah sebagai agamawan, antara lain ustaz dan pendeta. Beberapa yang lain dalam jumlah lebih kecil masih terdaftar sebagai abdi negara, baik sebagai pegawai negeri sipil, birokrat, kemiliteran, maupun aparat penegak hukum. Sebagian besar caleg lainnya berkiprah di luar birokrasi dan pemerintahan, mengabdi pada keilmuan sebagai akademisi, anggota legislatif pada periode sebelumnya, hingga berkarya di ranah swasta.

Caleg PKB yang berkiprah di bidang swasta sebagian adalah karyawan (26,3 persen) dan pengusaha (17,4 persen). Sebagian kecil adalah wartawan, seniman, dan aktivis di lembaga non-pemerintah. Persentase caleg berlatar belakang agamawan dan abdi negara tidak besar, kurang dari 4 persen. Sementara jumlah caleg yang berangkat dari dunia akademis meningkat cukup tinggi, mencapai lebih dari 10 persen.

Sebagian caleg PKB tercatat sudah berpengalaman menjadi anggota DPR di tingkat pusat atau daerah pada masa bakti 2009-2014. Sejumlah nama caleg yang pernah menjadi anggota legislatif diasumsikan cukup dikenal calon pemilih sehingga berpotensi menangguk suara dan terpilih kembali. Sebagian lagi menjadi pengurus PKB.

Keberagaman warisan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mulai diterapkan. (kompas/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • BramSonata

    Saya yakin, kalau suatu partai benar benarberazaskan Islam secara konsekwen, maksudnya para pengurusnya sudah dicap “ORANG GILA” maksudnya idealisme nya 100%,hidupnya didarma baktikan untuk kejayaan Islam melalui Partai, akan menjadi partai pilihan yg paling dominan dibanding partai partati yg azasnya, sudah ” mengentuti” azas Islam.
    Manusia manusia seperti yg disebutkan, adalah hanya milik para sahabat Rasuallah saw.

Lihat Juga

Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar.(kompas.com)

Muhaimin Kembali Pimpin PKB

Organization