Home / Berita / Internasional / Amerika / Sepuluh Organisasi Muslim di Amerika Bersatu

Sepuluh Organisasi Muslim di Amerika Bersatu

Muslim Amerika melakukan shalat di capitol hill, AS (Ilustrasi) - Foto: flickrhivemind.net
Muslim Amerika melakukan shalat di capitol hill, AS (Ilustrasi) – Foto: flickrhivemind.net

dakwatuna.comKomunitas Muslim yang tinggal di Amerika Serikat tengah bersukacita. Mereka yang tergabung dalam beberapa komunitas Muslim kini bersatu dalam satu payung agar bisa lebih memperlihatkan taji kekuatan mereka.

Sebanyak 10 organisasi Muslim Amerika sepakat untuk berada dalam satu payung organisasi bernama US Council of Muslim Organizations (USCMO).

Organisasi itu adalah The Council on American-Islamic Relations (CAIR), Muslim Legal Fund of America, Muslim American Society, American Muslims for Palestine, Islamic Circle of North America, Muslim Alliance in North America, Muslim Ummah of North America, The Mosque Cares, American Muslim Alliance, dan Mosque Foundation.

Tujuan pembentukan pemersatuan komunitas ini yang paling dekat adalah agar Muslim Amerika diakui dan bisa melakukan sensus menunjukkan berapa jumlah Muslim yang tinggal di Negeri Paman Sam ini.

Nanti, jika sudah tercatat jumlah dengan sensus sebenarnya, Muslim Amerika akan lebih mudah untuk mempublikasikan tujuan anggota dan mengekspos hak-hak mereka.

Selama ini, tak diketahui jumlah pasti seluruh Muslim yang ada di Amerika. Semuanya hanya berdasarkan perkiraan. Pew Research Center melalui berbagai penelitian yang dilakukannya hanya bisa memberikan data perkiraan jumlah Muslim di Amerika.

Menurut Pew Research Center jumlah muslim di Amerika sekitar enam juta hingga tujuh juta jiwa. Untuk itu, langkah untuk mengumpulkan semua Muslim dan mendatanya melalui berbagai komunitas ini perlu diacungi jempol.

Paling tidak, yang datang dalam acara penyatuan komunitas Muslim Amerika ini, ada 10 organisasi. Mereka mengumumkan secara resmi persatuan ini dan sepakat dengan tujuan dibentuknya persatuan Muslim agar keprihatinan dan hambatan yang diterima Muslim di Amerika bisa lebih disuarakan.

Sekretaris Jenderal terpilih dari USCMO, Oussama Jammal, mengatakan, realisasi organisasi ini sudah lama ditunggu-tunggu oleh komunitas Muslim Amerika.

Berkumpulnya wadah Muslim dalam satu payung agar lebih bisa menyuarakan harapan komunitas Muslim Amerika. “Kami senang organisasi-organisasi besar bisa berkumpul,” tutur dia dilansir dari Islamtoday, Kamis (13/3).

Agenda prioritas USCMO kali ini adalah mengadakan sensus nasional. Sensus ini, menurut Jammal, nantinya akan membuat database yang bisa digunakan untuk meningkatkan partisipasi politik masyarakat Muslim dalam pemilu mendatang.

Dengan demikian, USCMO akan menjadi angin segar bagi Muslim AS yang peduli terhadap perkembangan negeri dan pelayanan publik karena nantinya mereka sadar bahwa mereka punya hak suara dan payung organisasi yang melindunginya.

“Ini akan menjadi kabar bahagia bagi semua Muslim AS,” papar dia. Selain memberikan hak suara, anggota Muslim Amerika juga nantinya bisa punya kesempatan untuk dipilih sebagai pemimpin Amerika. (Rosita Budi Suryaningsih/ROL/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 8,25 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Massa PKI dalam satu demonstrasi di Jakarta.  (kaskus.co.id)

Komunisme Indonesia, Topeng Baru dengan Wajah Lama

Organization