Home / Berita / Internasional / Asia / Ribuan Pekerja Migran Indonesia di Hongkong Berbagi untuk Palestina

Ribuan Pekerja Migran Indonesia di Hongkong Berbagi untuk Palestina

Aunur Rofiq Lil Firdaus atau yang akrab dikenal dengan Opick saat Konser Kemanusiaan Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) di Islamic Kasim Tuet Memorial College 22 Tsui Wan Street Chaiwan Hongkong, Ahad (9/3) siang. - Foto: KNRP
Aunur Rofiq Lil Firdaus atau yang akrab dikenal dengan Opick saat Konser Kemanusiaan Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) di Islamic Kasim Tuet Memorial College 22 Tsui Wan Street Chaiwan Hongkong, Ahad (9/3) siang. – Foto: KNRP

dakwatuna.com – Chaiwan, Hongkong.  Pekerja Migran Indonesia di Hongkong mewujudkan bentuk kepeduliannya saat menghadiri Konser Kemanusiaan Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) di Islamic Kasim Tuet Memorial College 22 Tsui Wan Street Chaiwan Hongkong, Ahad (9/3) siang. Hal ini terlihat dari ribuan yang mengikuti konser dari awal sampai akhir acara.

Ketua Umum KNRP Soeripto yang turut memberikan orasinya mengatakan, bahwa melihat kesungguhan para pekerja Indonesia yang hadir dan hampirnya semuanya wanita, dirinya mengapresiasi dengan berencana memberikan door prize khusus,

“Saya akan memilih tiga orang di antara hadirin di sini, door prize khusus dan akan disampaikan pada waktu berikutnya,” ujarnya penuh semangat.

Hal senada diungkapkan Aunur Rofiq Lil Firdaus atau yang akrab dikenal dengan Opick, juga sangat terkejut dengan kehadiran para pekerja Indonesia yang membludak hingga luar arena, padahal acara konser kali ini dikenakan tiket masuk, tidak seperti biasanya dengan gratis,

“Saya sangat surprise dengan kehadiran para pekerja Indonesia atas kepedulian mereka kepada rakyat Palestina, terlebih donasi yang diberikan juga sekitar 115 ribu dollar Hongkong atau sekitar 175 juta rupiah, ditambah dengan sejumlah cincin emas dan barang berharga lainnya,” ungkapnya takjub.

Sementara itu, Ketua Harian KNRP Caca Cahyaningrat menyampaikan, selain menggalang dana, tentunya KNRP ingin menggalang opini masyarakat dunia terhadap kondisi yang terjadi di Palestina, bahwa ada kejahatan kemanusiaan terbesar di sana pada kurun waktu saat ini,

“Indonesia harus lebih Peduli dengan masalah kemanusiaan di Palestina ini, karena sejatinya Palestina dan Mesir lah yang mendukung kemerdekaan Indonesia sejak awal, dan bahkan Bung Karno pernah berkata, selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah Indonesia akan menentang penjajah Israel atas bangsa Palestina,” tegasnya.

Seperti diketahui bersama, saat ini seluruh rakyat Palestina hidup di daerah-daerah pengungsian yang hidup sangat memprihatinkan, belum lagi mereka yang berada di Gaza dan Tepi Barat.

Dalam acara yang berlangsung dengan penuh keharuan dan suka cita, para pekerja migran ini berhasil mengumpulkan donasi sebesar 222.810 dollar Hongkong atau sekitar 300 juta rupiah, 1 gelang emas, 1 liontin emas, 8 cincin emas, “Kami semakin mengerti tentang arti berbagi kepada saudara kami di Palestina yang sampai saat ini masih dijajah Israel, kami hanya bisa berikan sedikit yang kami punya, semoga Palestina segera merdeka,” tandas Lutfiyah salah satu pekerja migran yang juga penanggung jawab acara. (KNRP/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Stadium general di aula Universitas Islam As-Syafiiyah. (aspacpalestine.com)

Peringati Hari Solidaritas Palestina, ASPAC for Palestine Gandeng UIA Gelar Stadium General