Home / Berita / Analisa / Mengapa Kita Perlu Memikirkan Ukraina?

Mengapa Kita Perlu Memikirkan Ukraina?

Semenanjung Krimea (understandinguncertainty.org)
Semenanjung Krimea (understandinguncertainty.org)

dakwatuna.com. Dalam setiap konflik yang melibatkan umat Islam, selalu saja umat Islam menjadi korban. Karena hukumnya, pihak yang lemah dalam sebuah konflik harus menjadi pihak yang menanggung kerugian paling besar saat diadakan penyelesaian masalah. Sedangkan pihak-pihak yang lain cukup memikirkan besar-kecilnya keuntungan yang akan diperoleh.

Umat Islam saat ini tidak mempunyai negara besar yang bisa memberikan pembelaan, sudah wajar jika harus selalu menjadi korban dalam setiap konflik. Hal seperti itulah yang terjadi di Ukraina. Begitu Viktor Yanukovych jatuh, tersebar berita bahwa dia melarikan diri ke wilayah Krimea, Ukraina selatan, karena daerah itu berpenduduk mayoritas Rusia yang mendukung kekuasaannya. Sebelumnya umat Islamlah penduduk mayoritas wilayah ini. Setelah operasi-operasi pembuangan oleh Rusia, kini umat Islam hanya tersisa 20% dari seluruh penduduk Krimea.

Pada perkembangan berikutnya, terjadi peristiwa-peristiwa politik yang akan menentukan bagaimana masa depan Semenanjung Krimea ini. Sejumlah orang Rusia menguasai parlemen Krimea, presiden digulingkan dan diganti dengan presiden pro-Rusia, pasukan Rusia datang dengan alat-alat perangnya, militer Rusia menguasai mayoritas wilayah Krimea, pasukan Ukraina di Krimea tak berdaya sebelum akhirnya menyerah dan menyatakan membelot dari Ukraina, parlemen sepakat bergabung dengan Rusia, parlemen juga menentukan waktu referendum penggabungan dengan Rusia (16/3/2014), dan terakhir parlemen mengumumkan bahwa Krimea telah merdeka dari Ukraina.

Peristiwa-peristiwa itu semakin memperjelas bayangan bagaimana penderitaan umat Islam saat berada di bawah kekuasaan Uni Soviet. Saat Turki Utsmani masih kuat, Semenanjung Krimea adalah salah satu wilayahnya. Namun seiring dengan melemahnya Turki Utsmani, Rusia meminta Krimea merdeka dan menjadi negara tersendiri, sebelum akhirnya kemudian Rusia mencaploknya. Saat itulah warga Muslim yang berjumlah 4 juta jiwa diusir dan dibuang secara paksa oleh Rusia.

Warga Muslim Krimea saat ini termasuk pihak yang turut dalam demonstrasi menjatuhkan Viktor Yanukovych, menjaga parlemen agar tidak dikuasai warga pro-Rusia, menentang kedatangan pasukan Rusia, mensuplai logistik militer Ukraina yang sedang dikepung pasukan Rusia. Bergabung dalam masyarakat Eropa dirasa lebih memberikan harapan daripada dengan Rusia, walaupun itu pun tidak ideal karena Eropa bukanlah umat Islam atau negara Islam yang membela saudaranya dengan sepenuh hati. Negara-negara berpenduduk mayoritas Islam tidak bisa diharapkan pembelaannya, karena orientasi pemerintahannya tidaklah Islami atau pro-Muslim. Negara-negara yang diperkirakan akan membela satu persatu diruntuhkan. Hingga kini baru Turki yang memberikan perhatian, dengan kunjungan yang dilakukan menteri luar negerinya, Ahmet Davutoglu. (msa/dakwatuna)

Sumber bacaan: almoslim.com, aljazeera.net

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (6 votes, average: 9,33 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir
  • m.mustafid

    Semoga rahmat salam selalu tercurah atas Nabi Muhammad saw beserta sahabat & keluarganya, juga seluruh umat islam di mana pun mereka berada. Sedih apabila kita mendengar nasib umat islam yg mendapatkan perlakuan tdk adil oleh para penguasa non muslim. Tudingan negatif selalu diarahkan kepada umat islam bahkan di negara yg mayoritas islam & dengan hukum islam.

Lihat Juga

Industri Keuangan Syariah (inet)

Model Dewan Pengawas Syariah di Negara Muslim

Organization